SEPUTAR KALTIM
IKG Kaltim 2025 Turun, Ketimpangan Gender Membaik Berkat Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Kalimantan Timur pada 2025 tercatat sebesar 0,379 atau turun 0,062 poin dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini menjadi sinyal positif membaiknya kesetaraan gender di Kaltim, terutama pada aspek kesehatan reproduksi dan pemberdayaan perempuan.
Perbaikan tersebut tercermin dari meningkatnya capaian sejumlah indikator penting yang berkaitan dengan akses layanan kesehatan dan keterlibatan perempuan dalam ruang publik.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan peningkatan pada dimensi kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong turunnya angka ketimpangan gender tahun ini.
“Proporsi perempuan pernah kawin usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) dan proporsi perempuan pernah kawin usia 15–49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun (MHPK20) mengalami perbaikan,” ujar Mas’ud Rifai dalam keterangan resminya belum lama ini.
Keterwakilan Perempuan di Parlemen Meningkat
BPS Kaltim menjelaskan dimensi pemberdayaan dalam IKG diukur melalui dua indikator utama, yakni persentase anggota legislatif perempuan dan tingkat pendidikan penduduk usia 25 tahun ke atas dengan pendidikan minimal SMA.
Pada 2025, jumlah anggota parlemen perempuan meningkat 1,82 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 14,55 persen. Di sisi lain, proporsi anggota parlemen laki-laki turun menjadi 85,45 persen.
Kondisi ini dinilai menunjukkan mulai meningkatnya kesetaraan peran laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan politik dan pembangunan daerah.Sementara di sektor pendidikan, persentase penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat dari 56,32 persen pada 2024 menjadi 57,95 persen pada 2025.
Namun, persentase penduduk perempuan dengan pendidikan minimal SMA justru sedikit menurun, dari 50,23 persen menjadi 49,68 persen.
Balikpapan Catat Ketimpangan Gender Terendah
Pada dimensi pasar tenaga kerja, BPS mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan baik pada laki-laki maupun perempuan.
TPAK laki-laki tercatat sebesar 83,14 persen pada 2025 atau turun 0,61 persen poin dibanding tahun sebelumnya. Penurunan partisipasi angkatan kerja tersebut turut memengaruhi capaian indeks pada dimensi pasar kerja secara umum.
Meski demikian, capaian IKG di Kalimantan Timur selama periode 2020–2025 masih menunjukkan variasi antardaerah. Hal ini menandakan ketimpangan gender masih menjadi tantangan dalam pembangunan daerah.
Pada 2025, ketimpangan gender tertinggi tercatat di Kabupaten Kutai Timur dengan nilai IKG mencapai 0,477. Sementara itu, Kota Balikpapan menjadi daerah dengan ketimpangan gender terendah di Kalimantan Timur dengan nilai 0,153.Secara keseluruhan, BPS mencatat sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur mengalami penurunan ketimpangan gender dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tren perbaikan dalam pembangunan berbasis kesetaraan gender di berbagai wilayah Kaltim. (Am)
-
BERAU3 hari agoHUT RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang
-
SAMARINDA3 hari agoParkir Berlangganan Samarinda 2026 Mulai Diuji Coba, Pemkot Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDua Dekade Tak Ada Upacara, PWI Kaltim Hidupkan Lagi Tradisi HUT Kemerdekaan
-
BALIKPAPAN1 hari agoBPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya Lewat Program PEKA
-
NUSANTARA3 hari ago9.405 Narapidana di Kaltim-Kaltara Terima Remisi HUT RI, 203 Langsung Bebas
-
GAYA HIDUP2 hari agoBertanding dengan Ratusan Karya, Ini 5 Grand Filano Hybrid Peraih Gelar ‘Best of The Best’ Classy Modifest
-
EKONOMI DAN PARIWISATA7 jam agoCIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Satukan Padel, Wellness dan Komunitas
-
SAMARINDA20 jam agoAsap Karhutla Lintas Daerah di Kaltim, Wali Kota Samarinda Dorong Pemprov Bentuk Gerakan Bersama

