SEPUTAR KALTIM
Tito Karnavian: Jangan Semua Anak Desa Merantau ke Kota
Di hadapan 4 ribuan kepala desar dari seluruh Indonesia. Mendagri Tito Karnavian meminta desa tidak boleh kalah dengan perkotaan. Agar pemudanya tidak ‘kabur’ demi mengadu nasib.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Tito Karnavian turut hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) yang dihelat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di Kota Balikpapan.
Dalam Rakornas tersebut, Mendagri memberikan arahan kepada 4 ribuan kepala desa se-Indonesia yang hadir. Yang intinya, pemerintah desa harus bisa menciptakan iklim berusaha yang sehat. Baik di bidang perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan lainnya. Sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.
Skena yang sehat itu mencakup tercukupinya sarana dan prasarana penunjang. Beserta kompetensi warganya. Agar stigma kalau mau hidup enak bahkan kaya raya. Harus merantau ke kota.
“Tolong kita sama-sama sepakat. Perkuat anak-anak kita di desa agar mereka lebih produktif.”
“Desa (harus) menjadi sentra ekonomi baru. Jangan hanya bergantung pada pembangunan di kota sehingga membuat anak-anak kita ke sana.”
“Mereka harus bisa survive agar sumbangsih dari desa tidak kalah dari kota,” kata Tito dalam Rakornas APDESI di BSCC Dome Balikpapan, Minggu 18 Desember 2022.
Untuk mencapai itu, Tito berharap perangkat desa bisa proaktif memperjuangkan kemaslahatan desanya. Dimulai hal terkecil seperti menghidupkan gotong royong. Sampai yang tertinggi, intens menjalin komunikasi dengan perangkat pemerintah yang lebih tunggu. Untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang mendukung geliat perokonomian desa.
Menanggapi itu, Ketua DPP APDESI Surtawijaya menyampaikan komitmen untuk membangun perekonomian tingkat desa. Karenanya, Kepala Desa Babakan Asem Kecamatan Teluknaga Tangerang ini meminta pengelolaan dana desa harus menjadi hak prerogatif perangkat desa.
Dengan begitu, pembangunan desa bisa lebih optimal. Karena sesuai dengan kebutuhan setiap desa.
“Sementara ini diatur oleh pusat, sehingga pandangan saya amanah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 terganjal oleh aturan tersebut,” terangnya.
Sebab menurutnya, kebutuhan pembangunan antardesa yang satu dengan desa yang lain sangatlah berbeda. Oleh karena itu, hak prerogatif harus ada pada desa. Ini adalah beberapa usulan yang disampaikan dalam Rakornas APDESI. (dra)
Lanjut baca berita sepak bola yuk. Ketuk ini ya.
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoManfaatkan Momen Ramadan, Bazar DWP Kaltim Jadi Panggung Unjuk Gigi UMKM Perempuan
-
PASER4 hari agoSambangi Korban Kebakaran di Muara Adang Paser, Gubernur Rudy Mas’ud Salurkan Bantuan Saat Safari Ramadan
-
PARIWARA4 hari agoSteal The Show! Warna Special Edition Fazzio Hybrid Starry Night Siap Jadi Spotlight Utama Anak Muda Skena
-
PARIWARA3 hari agoSempurnakan Perjalanan Menuju Hari Raya, Bersama Sparepart, Oli Asli, dan Apparel Spesial dari Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKondisi Geopolitik Timur Tengah Masih Memanas, Calon Jemaah Umrah asal Kaltim Diimbau Tunda Keberangkatan Demi Keamanan
-
PARIWARA2 hari agoBukan Tantangan Berat! Berikut Tips Berkendara Motor Bikin Tetap Aktif Bermobilitas Saat Berpuasa
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoBukber Sambil Wisata di Tepian Mahakam, MLG Samarinda Sediakan Paket Prasmanan Cuma Rp30 Ribu
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoBMKG Prakirakan Kaltim Diguyur Hujan pada 1-10 Maret 2026, Kutai Barat Masuk Kategori Tinggi

