OLAHRAGA
Akhirnya! Borneo FC Bisa Taklukkan Persita untuk Pertama Kalinya
Tanpa sejumlah pilar penting, Borneo FC tetap mampu mengalahkan Persita. Selain memangkas jarak dengan pemuncak klasemen. Kemenangan ini juga menjadi sejarah baru. Karena kini, seluruh tim Liga 1 musim ini sudah pernah diterkam Pesut Etam.
Pelatih Borneo FC Samarinda, Pieter Huistra sempat membuat suporter terkejut. Karena mengubah pakem trio gelandang secara ekstrem. Hendro Siswanto tak nampak di lapangan, kabarnya mengalami cedera. Sedangkan Adam Alis duduk di bench pada babak pertama.
Sebagai pengganti, Rivaldo menjalani debutnya dan menempati posisi Hendro. Sementara Taufany bermain di posisi Adam Alis. Mereka berdua menemani Kei Hirose di sektor tengah. Situasi ini bersamaan dengan absennya duo bek asing, yang pada laga ini ditempati oleh duet Agung Pras dan Komang Teguh. Singkatnya, Borneo FC memulai laga tanpa 4 pilar utamanya.
Hasilnya? Kocar-kacir. Lini tengah Pasukan Samarinda bermain tanpa pola. Dan banyak pemain tuan rumah melakukan salah umpan, salah pengertian, sampai sering off the position. Untungnya, Persita gagal memanfaatkan situasi ini. Justru Borneo yang berhasil unggul lebih dulu lewat tandukan Diego Michiels.
Pada jeda babak pertama, Adam Alis langsung menjalani latihan fisik terpisah. Dia tampak dipersiapkan secara khusus untuk memperbaiki situasi di babak kedua. Pemain asal Jakarta lantas masuk pada menit ke-56. Menggantikan Rivaldo yang masih perlu jam terbang.
Dua menit berselang, Adam langsung menggandakan kedudukan. Terens memberi umpan kunci untuk Fajar Fathur Rahman di sisi kanan. Pemain muda terbaik pekan lalu itu, secara mengejutkan mengirim umpan datar ke tengah. Adam yang datang dari lini kedua langsung menyambar, dan membuat gol yang mengguncang Stadion Segiri.
Persita tak menyerah. Mereka justru bisa memperkecil kedudukan lewat gol Hanis Sagara di menit ke-90+2. Gol ini menjadi antiklimaks, karena sepanjang pertandingan, kiper Borneo FC Nadeo Argawinata bermain sangat cemerlang. Sayang tidak ada hadiah clean sheet untuknya.
Sisa 4 menit di masa tambahan waktu. Persita terus menggempur. Namun kemenangan menjadi milik Pesut Etam.
Borneo FC Catatkan Sejarah Baru
Kemenangan ini membuat Pesut Etam memperpendek selisih poin dengan pemuncak klasemen Madura United menjadi 1 angka. Tapi hal lebih istimewanya, Pasukan Samarinda baru saja menciptakan sejarah baru.
Dari 4 pertemuan dengan Persita sebelumnya. Semuanya berakhir imbang. Dan pada pertemuan kelima kali ini, Borneo FC menyegel kemenangan penting.
Dari 30 tim yang pernah dihadapi tim asal Samarinda di berbagai ajang. Mayoritasnya di Liga Indonesia. Persita dan Sriwijaya menjadi tim yang belum pernah mereka kalahkan sepanjang sejarah klub.

Kini, Persita telah tereliminasi dari daftar tim yang tidak mampu mereka kalahkan. Menyisakan Sriwijaya FC. Yang sayangnya, entah pada musim ke berapa misi revans itu dapat mereka tunaikan. Pasalnya tim asal Sumatera Selatan masih berkutat di Liga 2.
Selain untuk tim, pelatih Pieter Huistra juga mencatatkan rekor baru. Dari 5 pelatih yang pernah memimpin pertandingan Borneo FC kontra Persita. Dia adalah pria pertama yang meraih kemenangan. (dra)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPastikan Perbaiki Sistem Gratispol, Pemprov Kaltim Tepis Isu Pemutusan Sepihak Mahasiswa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoSinyal Positif Pertanian Kaltim, Produksi Padi 2025 Naik Tembus 270 Ribu Ton
-
BALIKPAPAN3 hari agoSasar 14 Sekolah di Balikpapan-PPU, JNE dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Ratusan Siswa Yatim Dhuafa
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoRealisasi ‘Gratispol’ Religi, 877 Penjaga Rumah Ibadah Kaltim Terbang Gratis ke Tanah Suci
-
PARIWARA2 hari agoTampil di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
-
PARIWARA21 jam agoYamaha Gebrak Maksimal di Panggung IIMS 2026, Pamerkan Model Terbaru dan Rayakan Momen Istimewa
-
SAMARINDA5 hari agoRamaikan Islamic Center di Malam Nisfu Sya’ban, Ribuan Warga Samarinda Diajak Bersihkan Hati Jelang Ramadan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKemiskinan di Kaltim Naik Tipis per September 2025, Beras dan Rokok Jadi Pemicu Utama

