BERITA
Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu Sosialisasikan Perda Bantuan Hukum di Marangkayu
Anggota DPRD Kaltim dapil Kutai Kartanegara (Kukar) Baharuddin Demmu gencar melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 5 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum. Kali ini, Demmu-sapaan akrabnya – melakukan sosper Perda No.5/2019 dihadapan masyarakat Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jum’at (4/6).
Kegiatan sosper tersebut menghadirkan narasumber akademisi hukum untuk menjelaskan secara teknis terkait isi perda tersebut yang dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan fasilitas dan keadilan hukum. Yaitu akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Haris Retno dan Warkatun Najidah.

Dalam penyampaiannya, akademisi Fakultas Hukum Unmul Warkatun Najidah mendorong agar penguatan hukum perlu diterapkan di desa. “Kalau bantuan hukum di kota masih jauh menjangkau masyarakat di kampung,” sebutnya.
Terlebih, karena Perda Bantuan Hukum sudah ada, Najidah juga meminta agar Pemprov Kaltim menindaklanjuti pembentukan Pergub. Besar harapannya dari hal itu bisa mendekatkan bantuan hukum kepada masyarakat. “Masalah masyarakat sudah banyak, mulai dari sengketa tanah sampai kasus kekerasan perempuan. Perda ini harus bisa di implementasikan di Kaltim dengan adanya Pergub,” harapnya.
Sementara itu, Baharuddin Demmu yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Kaltim ini memandang bahwa Pemprov Kaltim seharusnya tidak mengulur waktu guna mengesahkan Pergub Bantuan Hukum. Terlebih sudah dua tahun Pergub tersebut tidak kunjung disahkan. “Jangan bikin aturan jika enggak mau direalisasikan. Kendalanya dimana ? Ini kan petunjuk teknisnya. Enggak boleh nanti, harus dicepatkan,” jelasnya.

Melihat antusias warga mendengar penyampaian Perda Bantuan Hukum, Bahar mengaku jika Perda itu belum bisa diterapkan tanpa adanya Pergub yang mengatur teknis pelaksanaan bantuan hukum untuk masyarakat tidak mampu. “Artinya jangan bikin aturan yang main-main. Kalau Pemprov enggak mau lagi menjalankan mending dicabut, daripada kita memberi harapan ke rakyat tapi enggak dijalankan,” tuturnya.
Pasalnya, masyarakat sangat berharap jika Pemprov Kaltim mau bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dalam memberikan fasilitas bantuan hukum secara gratis. Oleh karenanya, masyarakat pun sangat berharap Pemprov secepatnya merealisasikan Pergub.
Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan jika kedepan LBH didirikan ditingkat desa atau kecamatan. Sehingga, rakyat tidak kesulitan untuk melakukan konsultaai hukum menyangkut masalah yang dihadapi rakyat.
“Harapan tidak hanya fokus dengan LBH yang ada di kota atau kabupaten. Ini mendesak, hampir setiap tahun angka kemiskinan naik. Mudah-mudahan tidak dibarengi naiknya kasus-kasus hukum yang dihadapi masyarakat miskin,” tandasnya. (Redaksi KF)
-
KUKAR4 hari agoKebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Tenggarong, 75 Rumah dan Bangunan Ludes
-
OLAHRAGA4 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
-
KUKAR4 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman
-
BONTANG5 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
-
KUBAR2 hari agoJalan Kukar-Kubar Makin Parah, Pemerintah Pusat Diminta Segera Turun Tangan
-
KUKAR3 hari agoKukarGO Pangkas Hambatan UMKM Masuk Pasar Digital
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoClan of Classy Vol.3 Bali 2026: Recharge & Berkendara Menembus Keindahan Pulau Dewata
