KUKAR
Distanak Dorong Pakan Alternatif untuk Menekan Biaya Peternakan


Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha peternakan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ketergantungan terhadap bahan pakan tertentu dapat meningkatkan beban biaya, terutama ketika ketersediaannya berkurang. Karena itu, pemanfaatan pakan alternatif dinilai perlu dikembangkan agar peternak memiliki pilihan dalam memenuhi kebutuhan ternaknya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Mohammad Rifani, menjelaskan, peternak perlu mulai memperhatikan potensi bahan pakan yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah mengolah bahan pakan agar lebih tahan disimpan dan dapat digunakan ketika ketersediaan pakan segar berkurang.
“Peternak harus mulai melihat bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan alternatif. Jangan hanya bergantung pada satu jenis pakan, karena ketersediaannya bisa berubah dan berpengaruh terhadap biaya pemeliharaan,” ujar Rifani, Sabtu (7/11/2026).
Salah satu pilihan yang dapat dikembangkan adalah pengolahan hijauan menjadi silase. Teknik tersebut memungkinkan bahan pakan disimpan melalui proses fermentasi sehingga dapat dimanfaatkan pada waktu tertentu, termasuk ketika rumput segar lebih sulit diperoleh.
Pemanfaatan silase juga dapat membantu peternak mengatur persediaan pakan. Dengan pengolahan dan penyimpanan yang tepat, bahan pakan tidak harus selalu dicari setiap hari dalam jumlah yang sama.
“Hijauan yang tersedia bisa diolah menjadi silase agar memiliki masa simpan lebih panjang. Jadi, ketika rumput segar sulit didapatkan, peternak masih mempunyai persediaan pakan yang sudah disiapkan sebelumnya,” jelasnya.
Selain pengolahan hijauan, pengembangan pakan alternatif perlu mempertimbangkan jenis ternak dan kebutuhan nutrisinya. Tidak semua bahan dapat diberikan secara langsung kepada seluruh jenis hewan. Komposisi pakan harus disesuaikan agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi dan tidak mengganggu pertumbuhannya.
Rifani menilai pemahaman peternak mengenai pengolahan pakan menjadi hal penting. Ketersediaan bahan baku saja tidak cukup apabila tidak disertai pengetahuan tentang cara mengolah, menyimpan, dan memberikannya sesuai kebutuhan ternak.
“Pakan alternatif bukan berarti semua bahan bisa langsung dicampurkan begitu saja. Harus dilihat kandungan dan kebutuhan ternaknya, sehingga pakan yang diberikan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi,” katanya.
Pengembangan pakan alternatif juga berpeluang membantu peternak mengurangi pengeluaran operasional. Ketika sebagian kebutuhan pakan dapat dipenuhi melalui bahan lokal yang diolah sendiri, ketergantungan terhadap pembelian pakan dari luar dapat ditekan.
Namun, upaya tersebut membutuhkan perencanaan agar peternak tidak sekadar mengganti bahan pakan tanpa memperhatikan kualitasnya. Pengolahan yang tepat dan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam penerapannya.
“Yang kita harapkan, peternak bisa lebih mandiri dalam menyiapkan kebutuhan pakan. Potensi bahan yang ada di sekitar perlu dimanfaatkan dengan pengolahan yang benar agar bisa membantu menekan biaya usaha peternakan,” pungkas Rifani. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

VIRAL4 hari agoSalam Tiga Jari Viral di Indonesia, Berawal dari Film The Hunger Games hingga Jadi Simbol Perlawanan
OLAHRAGA4 hari agoPorwada IV Kaltim 2026 Digelar di Balikpapan, 10 Cabor Siap Dipertandingkan
NUSANTARA4 hari agoEks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Jenderal Ditahan
SAMARINDA5 hari agoTiga Direktur Perumda Varia Niaga Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Batu Bara Rp30,97 Miliar
SAMARINDA4 hari agoAndi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,9 Miliar, Pemkot Siapkan Evaluasi
OLAHRAGA4 hari agoSamarinda Kirim 70 Wartawan ke Porwada Kaltim IV, Andi Harun Siapkan Bonus
OLAHRAGA4 hari agoBorneo FC Bidik Kebangkitan di Segiri, PSM Makassar Jadi Ujian Berikutnya
OLAHRAGA4 hari agoMoussa Diarra Belum Jadi Starter Saat Lawan PSIM, Bagaimana Peluangnya Hadapi PSM?






