EKONOMI DAN PARIWISATA
Hidupkan Industri Kreatif Samarinda, East Kausa Gelar Intimate Show Bareng Jendela dan Pena
Penampilan Jendela dan Pena dalam intimate show garapan East Kausa berhasil memikat penonton. Membawa lagu-lagu yang puitis nan romantic, mengolaborasikan musik dan puisi. Acara ini diharapkan dapat menghidupkan industri kreatif lokal di Samarinda.
East Kausa kembali hadir melalui event garapannya yang ke-4. Sebagai platform yang mewadahi industri kreatif lokal berbasis karya original. Kali ini menghadirkan sebuah grup musik lokal Samarinda dengan konsep intimate show.
Selasa malam, 22 Juli 2024, Kafe Rumalapan Ecosystem, di Jl DR. Wahidin Sudiro Husodo, Samarinda, sudah dipenuhi pengunjung sejak jam 7. Semakin malam semakin ramai. Pengunjung diberi gelang sebelum masuk.
Pengunjung yang hadir, berasal dari pegiat komunitas di Samarinda, terutama literasi. Mulai dari Teraksara, Samarinda Book Party, Ruang Sastra Kaltim, hingga Mantra Etam. Komunitas film, teater, dan masyarakat umum juga ikut meramaikan.
East Kausa membuka event-nya dengan berbincang bersama para komunitas yang hadir. Dipandu oleh Komika Kemal Uhhuy sebagai MC. Lalu dilanjutkan penampilan utama grup musik bernama Jendela dan Pena.
Penampilan Jendela dan Pena
Berbeda dari grup musik biasanya, Jendela dan Pena digawangi tiga pemuda asli Kota Tepian, Rudini Kusuma sebagai vokalis, lalu ada Nata dan Guska Chandra. Masing-masing membawa irama lagu melalui gitar dan biola.
Malam itu, merupakan penampilan perdana Jendela dan Pena, setelah lama menghilang dari skena musik Samarinda. Membawa para penikmat musik kembali bernostalgia, juga memaknai setiap lirik yang dilantunkan.
Lokasi acara yang tak terlalu luas, namun begitu pas untuk sebuah intimate show. Menikmati alunan lagu di malam yang sejuk, ditemani kopi gratis yang sudah include dalam tiket masuk.
Lagu-lagu dalam mini album Alenia Pertama dinyanyikan syahdu. Liriknya yang sederhana namun sarat makna, perpaduan musik dan puisi. Ada Serpihan, Senyum yang Ku Rindu, Untuk Kita, Naung Hutan Hujan, dan lainnya.
Di pertengah penampilan, East Kausa menyajikan bedah karya dari lirik. Dipandu oleh Dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Unmul Dahri Dahlan. Menceritakan proses berkarya dan makna dalam lagu. Lalu dilanjutkan dengan beberapa lagu lagi sampai habis.
Kolaborasi Ekraf
Perwakilan dari East Kausa Muhamad Renaldi Yamin menjelaskan mereka belum lama terbentuk, tujuannya unuk menjadi sebuah platform yang mewadahi berbagai sub sektor industri kreatif dengan basis karya original.
“Mulai dari musik, literasi, stand up, kopi, sampai visual art.”
“Baru terbentuk pada awal tahun 2024, East Kausa memang untuk menghidupkan bidang-bidang tadi,” tambahnya.
Terbentuknya intimate show ini, selain keinginan dari East Kausa, juga memang menjadi keinginan dari Jendela dan Pena untuk kembali unjuk diri nampil di panggung. Akhirnya terjadi kolaborasi.
Proses brainstorming dan penggarapan ide sudah dilakukan sejak Juni lalu. Sekitar sebulan. Lalu disambut hangat para penikmat musik, literasi, dan juga film di Samarinda.
“Saya ngerasa literasi kita memang masih kurang, tapi kalau kita nggak ngapa-ngapain ya nggak bisa. Jadi akhirnya yaudah saya ajak, musik yang paling dekat dengan literasi ya Jendela dan Pena.”
Renaldi berharap, karya-karya lokal bisa dinikmati oleh masyarakat luas khususnya warga Samarinda. Ikut mensupport dan menghidupkan kembali industri kreatif lokal di Samarinda.
“Lalau ada duit ya dibeli karyanya, kalau nggak, ya dengerin di spotify, itu udah termasuk support.”
“Para pengkarya, jangan malu kolaborasi dengan lini-lini yang lain. Musik dengan visual, visual dengan stand up, dengan kopi. Kita bawa semangat kolaborasi,” pungkasnya.
Nanti pada September, East Kausa akan mengadakan project yang lebih besar dari biasanya. Dari rentetan 4 event yang kecil-kecil yang sudah berjalan, bakal digabungkan semuanya menjadi satu event. (ens/dra)
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Luncurkan Fitur E-KSG, Servis Motor Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi
-
BERAU4 hari agoAkhiri Kendala Jarak, Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun di Berau
-
BALIKPAPAN3 hari agoDPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
-
PARIWARA3 hari agoCatatan MAXI Tour Boemi Nusantara Etape Satu, Ini Deretan Jalur Ikonik dan Spot Eksotis di Sumatera Utara Untuk Pecinta Touring
-
BALIKPAPAN4 hari agoDPRD Samarinda Kunjungi DPRD Balikpapan, Bahas Peran Banmus dalam Penyusunan Agenda Dewan
-
BALIKPAPAN4 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Bahas Pengalihan Pengelolaan Pemakaman dalam RDP
-
BALIKPAPAN3 hari agoBankeu Tak Cair, DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD
-
BALIKPAPAN16 jam agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda

