OLAHRAGA
Imbangi Borneo FC, Bos Barito Putera: Wasit Oh Wasit!
Hampir sepanjang laga Derby Papadaan Sabtu malam, ofisial Barito Putera bereaksi kecewa terhadap keputusan wasit. Yang paling bikin sesak, ya gol Renan tidak disahkan.
Penampilan wasit Tabrani menjadi sorotan pada laga Borneo FC versus Barito Putera di Stadion Segiri, Sabtu malam. Meski tidak banjir kartu, sang wasit dinilai berat sebelah. Dengan terlalu mudah membunyikan peluit saat pemain Barito adu fisik dengan penggawa Pesut Etam.
Kejadian paling menohok adalah saat menit ke-7. Renan berhasil membobol gawang Borneo usai memaksimalkan umpan tendangan bebas Putra Dewa. Namun wasit Tabrani menganulir gol itu karena menganggap Renan Alves melanggar kiper Angga Saputro.
Jika melihat tayangan ulang, keputusan itu sebenarnya tidak teramat tepat. Karena bola sudah meluncur ke gawang ketika Renan dan Angga berbenturan.
“Kami tidak suka membicarakan wasit. Tapi harusnya gol Renan itu sah,” kata Pelatih Barito Goncalves usai laga.
“Kami bisa saja mendapat 3 poin jika wasit tidak menganulir gol itu.”
“Tapi ya sudah, kami menghormati wasit. Semoga ke depan wasit bisa lebih fokus saat pertandingan,” lanjutnya.
Kejanggalan lainnya muncul pada masa tambahan waktu babak kedua. Dalam situasi tensi tinggi, Patrick Wamsiwor menjauhkan bola saat Borneo mendapat hadiah tendangan bebas.
Kapten Pesut Etam Agung Pras naik pitam. Dan merebut bola itu dengan cara menjatuhkan Patrick dari belakang.
Dalam situasi normal, itu bisa kartu merah untuk Agung dan kuning untuk Patrick. Namun wasit hanya memberi kartu kuning untuk Agung Pras.
Derby Papadaan edisi ke-13 sendiri berakhir tanpa pemenang. Artinya, status Raja Papadaan belum menjadi milik satu di antara kedua tim. Karena masing-masing tim mengemas 5 kemenangan, 5 kekalahan, dan 3 hasil imbang.
Tambahan 1 poin membuat posisi Borneo FC dan Barito Putera tak tergerak. Pesut Etam tertahan di peringkat ke-6 dengan 33 poin dari 18 laga. Sedangkan Laskar Antasari masih di tempat ke-17 dengan 16 poin dari 19 laga.
Kans Pasukan Samarinda untuk masuk 2 besar kian berat. Kini mereka terpaut 5 poin dari pemuncak klasemen PSM. Namun pada 5 laga ke depan, Pesut Etam akan bermain pada laga tandang sebanyak 4 kali. (dra)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SAMARINDA5 hari agoBukan Pasar Musiman Biasa, Dispar Kaltim Apresiasi Kampung Ramadan Temindung yang Jadi Magnet Ngabuburit Baru Samarinda
-
NUSANTARA4 hari agoDua Hari Safari di IKN, Menag Nasaruddin Umar Bicara Toleransi hingga Kota yang Dirindukan
-
NUSANTARA4 hari agoMenag Gagas Istiqlal dan IKN Jadi ‘Masjid Kembar’, Siapkan Beasiswa Ulama via LPDP
-
NUSANTARA4 hari agoRun The City by Grand Filano Jadi Cara Baru Anak Muda untuk Menikmati Olahraga Sambil Hangout Bareng
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBukan Sekadar Gelar, Pemprov Kaltim dan KPK Saring Ketat Kandidat Desa Antikorupsi 2026
-
KUTIM2 hari agoTinggalkan Era Jual Bahan Mentah, Gubernur Rudy Mas’ud Kebut Hilirisasi di KEK Maloy
-
KUTIM2 hari agoAkhiri Penantian 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Rp176 Miliar Resmi Beroperasi di Kutai Timur

