SAMARINDA
Indeks Pembangunan Gender Samarinda Tinggi, Tapi Ketimpangan Masih Terjadi pada IPM Perempuan
Kesetaraan gender di Kota Samarinda menunjukkan kemajuan signifikan, namun belum sepenuhnya merata. Di balik tingginya capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG), masih terdapat tantangan dalam pemberdayaan dan representasi perempuan, khususnya dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Pengarusutamaan Gender (PUG) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda, Nanang Supratman, dalam Talkshow dan Dialog Interaktif bertema Peran Strategis Kampus dalam Mendorong Peningkatan IDG Kota Samarinda, yang digelar Sabtu, 3 Mei 2025.
IPG Tinggi, Namun IPM Perempuan Masih Rendah
Nanang mengungkapkan bahwa IPG Kota Samarinda tergolong tinggi, bahkan berada di atas rata-rata nasional. Namun demikian, kesetaraan belum sepenuhnya tercapai, terutama jika dilihat dari IPM perempuan yang masih lebih rendah dibandingkan laki-laki.
“Masalah utamanya ada pada pengeluaran per kapita perempuan, yang menjadi salah satu indikator IPM,” jelas Nanang. IPM sendiri diukur dari empat indikator: umur harapan hidup (UHH), harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS), dan pengeluaran per kapita yang disesuaikan.
Keterwakilan Perempuan di Parlemen Menurun
Nanang juga menyampaikan kekhawatiran terkait penurunan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), yang dipengaruhi oleh menurunnya keterwakilan perempuan di parlemen daerah.
“Keterwakilan perempuan di DPRD Samarinda turun dari 15,5% (7 orang) menjadi hanya 8,8% atau 4 orang dari total 45 anggota dewan,” ungkapnya. Hal ini berdampak signifikan pada capaian IDG kota.
Selain itu, kontribusi ekonomi perempuan terhadap pendapatan rumah tangga juga masih rendah, yang memperkuat pentingnya upaya pemberdayaan yang lebih kolektif.
Sinergi dengan BPS dan Pokja PUG
Untuk meningkatkan kualitas data dan analisis gender, Nanang menyebut bahwa pihaknya akan bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan melibatkan akademisi.
“Penilaian indeks-indeks ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu masukan dari BPS dan tenaga ahli, termasuk dari kampus,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Kelompok Kerja (Pokja) PUG dan focal point di setiap perangkat daerah—yang kini tersebar di 30 perangkat daerah dan 10 kecamatan—untuk mendorong pengarusutamaan gender yang lebih efektif.
Target: IDG Kembali ke Angka 70
Penurunan IDG dari 68 ke 65 tak bisa dibiarkan. Nanang menargetkan agar nilai IDG dapat dikembalikan minimal ke angka 70 dalam lima tahun ke depan.
“Meski IDG belum jadi indikator utama wali kota, IPG dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sudah masuk dalam indikator kinerja utama (IKU) kepala daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Samarinda juga meluncurkan berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti Pusat Pembelajaran Perempuan (Putaran) dan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), yang menyasar perempuan sebagai tulang punggung keluarga.
“Mereka bisa janda, istri yang suaminya sakit, atau penyintas kekerasan. Program ini memberi pelatihan keterampilan dan bantuan ekonomi,” jelas Nanang.
Edukasi Gender sebagai Dasar Pembangunan
Nanang menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari cara pandang. Perspektif gender, menurutnya, harus dipahami oleh semua kalangan—mahasiswa, pelajar, guru, dosen, legislator, hingga ASN.
“Ketika mindset-nya sudah tepat, maka semua sektor bisa bersinergi untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan setara,” pungkasnya. (tha/sty)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
KUKAR3 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan

