SEPUTAR KALTIM
Kabar Kurang Sedap bagi Petani, Harga TBS Sawit Kaltim Periode Awal Desember Kembali Turun
Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di Benua Etam jelang tutup tahun. Namun harga TBS sawit di Kaltim pada awal Desember ini kembali mengalami penurunan.
Tidak bisa dipungkiri, kelapa sawit masih menjadi komoditas “emas hijau” yang menopang denyut nadi perekonomian banyak masyarakat di Kalimantan Timur. Dengan luas perkebunan yang masif, sektor ini menjadi gantungan hidup bagi ribuan petani di Benua Etam.
Sementara itu Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kaltim mengumumkan penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 1–15 Desember 2025.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa koreksi harga ini tidak lepas dari dinamika pasar global.
Faktor utamanya adalah melemahnya harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel) dari hampir seluruh perusahaan mitra yang menjadi sumber data penetapan harga.
“Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang menjadi penghasilan petani sawit di Kaltim,” ujar Muzakkir dalam keterangan resmi, Selasa 16 Desember 2025.
Rincian Harga CPO dan Kernel
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga, rata-rata tertimbang harga CPO pada periode ini berkisar harga Rp 13.755,82 per kilogram.
Sementara itu, harga kernel (inti sawit) berada di posisi Rp 11.287,19 per kilogram, dengan indeks K (biaya operasional) ditetapkan sebesar 89,43 persen.
Daftar Lengkap Harga TBS Sesuai Umur Tanam
Muzakkir memaparkan rincian harga beli TBS yang bervariasi tergantung usia tanaman. Untuk tanaman sawit termuda yang baru menghasilkan (umur 3 tahun), harganya bernilai sebesar Rp 2.813,18 per kilogram.
Untuk usia tanam di atasnya, Muzakkir merinci kenaikan bertahap.
“Di umur 4 tahun di harga Rp 2.999,30 per kg, umur 5 tahun seharga Rp 3.018,13 per kg. Selanjutnya umur 6 tahun Rp 3.050,81 per kg,” sebutnya.
Lebih lanjut, untuk tanaman berumur 7 tahun mendapatkan harga Rp 3.069,39 per kg, 8 tahun Rp 3.092,32 per kg, dan 9 tahun menyentuh angka Rp 3.158,02 per kg.
Adapun tanaman sawit pada masa puncak produksi, yakni umur 10 tahun ke atas, mendapatkan harga tertinggi yang senilai Rp 3.195,05 per kilogram.
Berlaku untuk Petani Mitra
Pemerintah menegaskan daftar harga yang terbit ini merupakan acuan resmi bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (kebun plasma).
Penetapan ini bertujuan melindungi petani dari fluktuasi harga yang tidak wajar di tingkat pengepul.
Melalui kerja sama resmi antara kelompok tani dan pihak Pabrik Minyak Sawit (PMS), harapan besar bahwa harga yang sampai kepada petani sesuai dengan standar wajar.
Juga tidak ternjadi penyimpangan oleh spekulan atau tengkulak liar, sehingga kesejahteraan petani sawit di Kaltim dapat terus terjaga. (ens)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan Sementara usai Komentar soal Pasien BPJS Viral
-
NUSANTARA3 hari agoMuhammad Faisal Resmi Serahkan Tongkat Estafet Ketua ASKOMPSI kepada Rudy Rinaldi
-
SAMARINDA2 hari agoRS PrimeCare Samarinda Resmi Beroperasi, Andalkan Teknologi Minimal Invasif hingga Laboratorium Genomik
-
BALIKPAPAN3 hari agoNgopi di Lokale Bisa Bawa Pulang Yamaha Grand Filano, Program Berlangsung hingga September 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPemprov Kaltim Ambil Alih Mall Lembuswana Setelah 30 Tahun, Siap Masuki Era Baru Revitalisasi
-
OLAHRAGA4 hari agoHome Race di Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Bidik Kemenangan Perdana Seri 4 ARRC 2026
-
OLAHRAGA6 jam agoCetak Sejarah di Mandalika, Wahyu Nugroho Antar Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Perdana SS600 ARRC

