SEPUTAR KALTIM
Keseruan Bapak-bapak Dinas Perikanan dan Kelautan Kaltim Ikut Lomba Masak Nasi Goreng
Memasak mungkin jadi hal biasa buat kalangan Ibu-ibu. Tapi bagaimana bila peran memasak itu digantikan oleh bapak-bapak?
Memeriahkan perayaan HUT ke-78 RI, Bapak-bapak pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Prov Kaltim ditantang untuk memasak hidangan masakan. Menu yang dijadikan perlombaan adalah nasi goreng lengkap dengan lauk dan sayurannya.
Pesertanya mulai dari Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala UPTD, Kepala Bidang dan staf perwakilan masing-masing bidang. Tak kalah menarik, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim Riza Indra Riadi menjadi peserta kehormatan dalam lomba tersebut. Mereka diberikan waktu 60 menit untuk menyelesaikan masakannya.
Sebelum lomba dimulai, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKP, yang merupakan penggagas acara ini, menyampaikan bahwa sepuluh bapak yang berpartisipasi akan menunjukkan keahlian memasak nasi goreng mereka.
Konsep lomba ini diinisiasi dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan tentu saja, menghidupkan semangat kemerdekaan ke-78 RI.
“Kalau Ibu-ibu sudah biasa masak, kalau Bapak-bapak biasa juga ke dapur tapi belum tentu masak. Selain untuk mengetahui kelihaian Bapak-bapak dalam memasak, juga untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap ibu-ibu yang hampir setiap saat memasak untuk keluarga. Nah kita seru-seruan lihat aksi para peserta nanti. Selamat berlomba,” kata Ketua DWP DKP Contessa Indah Hati Irhan.
Dalam kesempatan tersebut, Riza Indra menyebut bahwa kegiatan seperti ini sangat menyenangkan karena bisa membuat hati senang dan gembira meskipun para Bapak-bapak yang ikut serta mungkin mendapat tekanan untuk memasak nasi goreng yang enak. Karena, biasanya yang mengurus atau memasak di dapur adalah para istri.
“Ya senang, lucu juga sih. Kita gak biasa masak, tiba-tiba ikut lomba masak. Meskipun bahan sudah disediakan tapi prosesnya cukup susah ya, jadinya seperti nasi goreng hancur, hehehe,” ucapnya saat memasak sambil tertawa.

Setelah waktu habis dan peserta udah menata hasil masakannya masing-masing, dewan juri mulai menyicip dan menilai rasa serta keunikan dekorasi sajian.
“Jujur, kami terkejut dengan rasanya karena tidak ada yang tidak enak. Semua menunjukkan kehebatannya memasak. Kita menilai dari yang rasanya memang murni tidak banyak tercampur penyedap dan pengawet.”
“Kalah memang itu biasa, yang penting kita seru-seruan dari menyiapkan bumbu dan bahan -bahan yang akan dimasak sampai memasak nasi goreng meski tidak biasa, namun itulah yang membuat suasana jadi seru,” imbuh Ketua Dewan Juri yakni Ketua DWP Kaltim Indri Indah Winarni Riza. (cht/diskominfokaltim/am)
-
NUSANTARA4 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
SAMARINDA5 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA3 hari agoBukan Pasar Musiman Biasa, Dispar Kaltim Apresiasi Kampung Ramadan Temindung yang Jadi Magnet Ngabuburit Baru Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoSetahun Rudy-Seno Memimpin Kaltim, Mengupas Realita Birokrasi di Balik Ambisi ‘Gratispol’
-
NUSANTARA2 hari agoDua Hari Safari di IKN, Menag Nasaruddin Umar Bicara Toleransi hingga Kota yang Dirindukan

