BALIKPAPAN
Ketua DPRD Balikpapan Pertanyakan Kejelasan Bankeu Penyangga IKN

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri, mempertanyakan kejelasan bantuan keuangan (Bankeu) dari pemerintah pusat terkait posisi strategis Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Lokasi Balikpapan yang berdekatan dengan IKN membuat kota ini mengalami berbagai dampak, khususnya terkait lonjakan jumlah penduduk.
Alwi berharap keberadaan IKN dapat menjadi momentum bagi Balikpapan untuk berkembang menjadi kota industri.
“Manfaatnya sangat besar, salah satunya adalah untuk mengurangi tingkat pengangguran. Saat ini, Balikpapan belum bisa dikatakan sebagai kota industri, melainkan lebih dikenal sebagai kota jasa,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 19 November 2024.
Namun, ia menyoroti kendala dalam pembangunan infrastruktur akibat keterbatasan anggaran. Sebagai penyangga utama IKN, Balikpapan menghadapi berbagai tantangan besar, tetapi hingga kini bantuan dari pemerintah pusat belum terealisasi.
“Ibaratnya, kita diminta untuk berjalan cepat, tetapi anggarannya masih mengandalkan APBD Kota Balikpapan,” kata Alwi.
Lonjakan jumlah penduduk menjadi tantangan besar bagi Balikpapan. Banyak pendatang yang menetap di kota ini sebelum melanjutkan perjalanan ke IKN atau Refinery Development Master Plan (RDMP).
Menurut informasi yang diterima Alwi, sekitar 20.000 orang menuju RDMP dan 80-90% pendatang ke IKN singgah di Balikpapan terlebih dahulu.
“Ini menjadi beban besar bagi Balikpapan, khususnya dalam hal infrastruktur. Ketersediaan air bersih yang sebelumnya cukup, kini mulai kewalahan menghadapi lonjakan populasi,” ungkap Alwi.
Ia juga menyoroti bahwa banyak kebutuhan dasar dan infrastruktur di Balikpapan masih belum siap. Hal ini mencakup pengelolaan air bersih, fasilitas transportasi, hingga peningkatan daya dukung ekonomi lokal untuk menyambut peran strategis Balikpapan sebagai gerbang utama menuju IKN.
Alwi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Ia berharap pemerintah pusat segera memberikan perhatian lebih melalui alokasi bantuan keuangan khusus untuk mendukung Balikpapan sebagai penyangga IKN.
Dengan demikian, kota ini dapat berkembang secara optimal sekaligus memenuhi kebutuhan warganya di tengah perubahan besar akibat keberadaan IKN.
“Harapannya, dengan adanya IKN, Balikpapan ke depan tidak hanya menjadi kota jasa, tetapi juga mampu menjadi kota industri yang lebih mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan peran strategisnya, dukungan dari pemerintah pusat sangat diperlukan agar Balikpapan dapat terus berkembang dan memainkan perannya secara maksimal dalam mendukung pembangunan IKN dan RDMP. (Man/lim)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan Sementara usai Komentar soal Pasien BPJS Viral
-
NUSANTARA3 hari agoMuhammad Faisal Resmi Serahkan Tongkat Estafet Ketua ASKOMPSI kepada Rudy Rinaldi
-
BERITA5 hari agoViral Dokter RSUD Inche Abdoel Moeis Diduga Komentari Pasien di Media Sosial, Nama dr. Renanda Jadi Sorotan
-
NUSANTARA5 hari ago11 Tahun Vakum, Yamaha Cup Race Padang Kembali Pecahkan Antusiasme, Lebih dari 5.000 Penonton Padati Arena
-
SAMARINDA2 hari agoRS PrimeCare Samarinda Resmi Beroperasi, Andalkan Teknologi Minimal Invasif hingga Laboratorium Genomik
-
BALIKPAPAN3 hari agoNgopi di Lokale Bisa Bawa Pulang Yamaha Grand Filano, Program Berlangsung hingga September 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPemprov Kaltim Ambil Alih Mall Lembuswana Setelah 30 Tahun, Siap Masuki Era Baru Revitalisasi
-
OLAHRAGA4 hari agoHome Race di Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Bidik Kemenangan Perdana Seri 4 ARRC 2026

