Connect with us

KUKAR

Kukar Siapkan 10 Bus Sekolah, Sanga-Sanga Dapat Tambahan Armada

Published

on

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan total 10 unit bus untuk mendukung mobilitas pelajar. Sebanyak sembilan unit dialokasikan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, sedangkan satu unit lainnya berasal dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung layanan di Kecamatan Sanga-Sanga.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan penyediaan armada tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi bagi anak sekolah. Namun, pengadaan kendaraan perlu dibarengi perencanaan layanan agar manfaatnya dapat dirasakan sesuai kebutuhan setiap wilayah.

“Bus sekolah ini kita harapkan bisa membantu anak-anak kita untuk berangkat dan pulang sekolah dengan lebih mudah,” ujar Aulia, Selasa (27/10/2026).

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa menerapkan pola pelayanan yang sama untuk seluruh kecamatan. Kondisi geografis, jumlah pelajar, serta jarak perjalanan menuju sekolah perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi operasional bus.

“Kita melihat dulu kebutuhan masing-masing wilayah. Jangan sampai armadanya tersedia, tetapi pemanfaatannya belum maksimal karena tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Sembilan unit yang dialokasikan melalui Dishub Kukar akan menjadi bagian dari penguatan layanan transportasi pelajar di daerah. Sementara itu, tambahan armada dari pemerintah pusat diarahkan untuk menunjang kebutuhan masyarakat di Sanga-Sanga.

Selain menentukan penempatan kendaraan, Pemkab Kukar juga memperhitungkan keberlangsungan layanan setelah bus mulai beroperasi. Kebutuhan bahan bakar dan biaya operasional lainnya menjadi aspek yang perlu dipersiapkan agar pelayanan tidak terkendala.

“Yang perlu kita pikirkan bukan hanya pengadaan busnya, tetapi juga bagaimana operasionalnya bisa terus berjalan,” tutur Aulia.

Untuk mendukung pembiayaan tersebut, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan pihak lain, termasuk melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL). Skema ini dapat dibahas sebagai salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional armada.

“Kita bisa membicarakan kemungkinan dukungan dari TJSL, termasuk untuk kebutuhan bahan bakar. Jadi, layanan ini bisa lebih berkelanjutan,” ucapnya.

Aulia menambahkan, mekanisme dukungan dan pola pengoperasian bus masih perlu dibicarakan bersama pihak terkait. Pemerintah ingin memastikan seluruh armada dapat ditempatkan secara tepat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelajar.

“Kita ingin bus sekolah ini dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan bisa memberikan manfaat nyata. Penempatannya harus tepat, operasionalnya juga harus kita siapkan,” pungkasnya. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER