Connect with us

KUKAR

Lampaui Kebutuhan, Cadangan Pangan Kukar Capai 210 Ton

Published

on

Ditengah kondisi iklim yang tidak menentu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyimpan cadangan pangan yang cukup mumpuni. 210 ton beras tersimpan di Perum Bulog, sementara jumlah itu melampaui kebutuhan cadangan pangan daerah yang diperkirakan hanya memerlukan 161 ton, hal ini menjadi salah satu penopang kesiapan pemerintah menghadapi potensi gangguan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan ketersediaan cadangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesiapan pangan daerah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Persediaan itu disiapkan untuk menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Cadangan pangan pemerintah daerah yang ada di Bulog itu sekitar 210 ton, sementara kebutuhan kita kurang lebih 161 ton,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Ananias menyebut, dengan cadangan pangan yang lebih banyak daripada target kebutuhan pangan itu, maka Pemkab Kukar memastikan ketersediaan pangan Benua Etam dalam kondisi aman hingga akhir 2026

Menurutnya, dampak kekeringan terhadap produksi pertanian tidak terjadi secara merata, sebagian kecil lahan memang mengalami penurunan produksi, namun sebagian besar lainnya masih mampu mempertahankan hasil panen. Perbedaan itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan pangan secara keseluruhan.

“Fenomena kekeringan ini menyumbang gagal panennya tidak sampai 10 persen dan tergolong masih sangat kecil secara makro,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan cadangan pangan memiliki fungsi strategis ketika daerah menghadapi keadaan darurat. Gangguan akibat bencana maupun kondisi lain yang memengaruhi ketersediaan pangan dapat menimbulkan kebutuhan mendesak yang tidak selalu bisa dipenuhi hanya dengan mengandalkan pasokan reguler.

Karena itu, jumlah cadangan yang tersedia menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam kesiapan pemerintah daerah menghadapi situasi krisis. Persediaan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk merespons kebutuhan pangan apabila terjadi gangguan yang berdampak terhadap masyarakat.

Ia berujar, cadangan pangan daerah menjadi salah satu instrumen untuk menghadapi risiko tersebut. Namun, pengelolaannya tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi yang memerlukan penanganan.

“Agar pemanfaatan persediaan ini betul-betul sesuai peruntukannya,” papar Ananias.

Selain jumlah persediaan, penempatan cadangan melalui Bulog juga menjadi bagian dari pengelolaan pangan pemerintah daerah. Skema tersebut memungkinkan stok disimpan dan dikelola untuk mendukung kebutuhan penanganan ketika pemerintah memerlukan cadangan pangan.

Ananias berharap dengan cadangan yang lebih besar dibandingkan estimasi kebutuhan daerah. Ketersediaan ini menjadi salah satu modal dalam menjaga kesiapan menghadapi kemungkinan yang tidak diinginkan, sekaligus mempertahankan ketahanan pangan daerah di tengah tantangan cuaca dan produksi pertanian.

“Dengan persediaan mencapai 210 ton yang praktis melebihi kebutuhan, ketersediaan pangan di Kukar masih aman sampai akhir tahun,” tutupnya. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER