KUKAR
Sekda Kukar Minta Pelaku Usaha Tak Manfaatkan BBM Ditengah Keterbatasan


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan pentingnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak di tengah keterbatasan kuota yang berdampak pada antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pelaku usaha yang memanfaatkan BBM untuk kepentingan bisnis diharapkan menahan diri agar situasi tidak semakin sulit bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan keterbatasan kuota perlu disikapi dengan kesadaran bersama. Ia meminta pihak-pihak yang menggunakan BBM untuk kepentingan usaha agar mempertimbangkan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.
“Kuota kita memang dibatasi. Karena itu, kami berharap pihak-pihak yang memanfaatkan BBM untuk kepentingan bisnis, bukan untuk kebutuhan mobilitas sebagaimana mestinya, bisa menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan di tengah masyarakat,” ujar Sunggono, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, BBM memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Ketika persediaan dibatasi, penggunaan bahan bakar perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak menambah tekanan terhadap distribusi yang tersedia.
Sunggono menegaskan, BBM bersubsidi memiliki peruntukan yang perlu dipahami oleh seluruh pihak. Penggunaannya diharapkan tetap mengacu pada kebutuhan mobilitas, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang dapat memperbesar persoalan di tengah keterbatasan pasokan.
“BBM bersubsidi ini peruntukannya untuk mobilitas, bukan untuk prioritas lain. Jadi, dalam situasi seperti sekarang, kami berharap semua pihak bisa memahami tujuan penggunaannya dan tidak mengambil kesempatan yang justru merugikan kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia menilai, persoalan antrean BBM tidak hanya berkaitan dengan kondisi di SPBU, tetapi juga membutuhkan kesadaran dari pengguna dalam memanfaatkan bahan bakar. Menurutnya, langkah menahan diri menjadi penting agar keterbatasan kuota tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas.
“Kita harus melihat bahwa BBM ini dibutuhkan banyak orang untuk menjalankan aktivitasnya. Jangan sampai penggunaan untuk kepentingan tertentu justru menambah kesulitan masyarakat lain yang juga membutuhkan bahan bakar,” katanya.
Sunggono berharap pelaku usaha dapat mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum mengambil langkah yang berpotensi meningkatkan kebutuhan BBM. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang memperkeruh keadaan.
“Harapan kami, semua pihak bisa menempatkan kepentingan bersama sebagai pertimbangan. Kalau kondisi kuota sedang terbatas, tentu perlu ada sikap saling memahami agar situasi tetap kondusif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, menjaga kondisi tetap tertib merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah mengharapkan masyarakat dan pelaku usaha dapat menyikapi keterbatasan BBM secara proporsional, sehingga kebutuhan mobilitas tetap menjadi perhatian.
“Kami mengimbau agar pihak-pihak yang menggunakan BBM untuk kepentingan bisnis bisa menahan diri. Jangan sampai situasi yang sudah terbatas ini semakin keruh, karena masyarakat luas juga membutuhkan BBM untuk menjalankan kegiatan sehari-hari,” pungkas Sunggono. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

SEPUTAR KALTIM22 jam agoKasus Ajudan Gubernur Kaltim Usai Demo, Bagaimana Perkembangan Terbarunya?
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoKaltim Masuk 5 Besar Nasional Pembangunan Pariwisata 2026, Unggul di Lingkungan Pendukung
SAMARINDA4 hari agoWarga Samarinda Turun ke Jalan, Desak Karhutla Kaltim Jadi Bencana Nasional
POLITIK22 jam agoUsai Demo Besar di Samarinda, Ini Janji Rudy Mas’ud kepada Mahasiswa
OLAHRAGA2 hari agoTujuh Tahun Vakum, CustoMAXI Kembali ke Bali dengan Modifikasi XMAX Berteknologi Canggih
KUKAR4 hari agoPersiapan MTQH XLVI Kaltim Capai 80 Persen, Kukar Siapkan Tahap Pembangunan
NUSANTARA2 hari agoMahasiswa dan Rakyat Kaltim Demo di Kantor Gubernur, Karhutla hingga Dua Tahun Prabowo-Gibran Disorot
PARIWARA1 hari agoYamaha GEAR ULTIMA Taklukkan 60 Tanjakan Ekstrem, dari Tanjakan Naga hingga Monteng





