EKONOMI DAN PARIWISATA
Pelabuhan Samarinda Dominasi Ekspor Kaltim Awal Tahun Ini
Pelabuhan Samarinda mendominasi nilai ekspor Kaltim awal tahun ini. Mencapai 27,68 persen ekspor Kaltim, pada periode Januari 2023. Paling banyak dengan tujuan Tiongkok.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari 2023 sebesar US$2,45 miliar atau stara Rp37,4 triliun. Jumlah ini turun 19,76 persen dibanding dengan ekspor Desember 2022 lalu.
Namun angka tersebut jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Januari 2022 lalu, nilai ekspor naik sebesar 126,56 persen.
Menurut pelabuhan asal barang, ekspor Kaltim pada Januari 2023 yang terbesar berasal dari Pelabuhan Samarinda. Dengan nilai US$677,82 juta (27,68 persen).
Diikuti Pelabuhan Balikpapan sebesar US$588,00 juta (24,01 persen) dan Pelabuhan Bontang sebesar US$394,81 juta (16,12 persen).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, secara nilai, penurunan terbesar ekspor nonmigas Januari 2023 terhadap Desember 2022 terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral yang turun US$446,69 juta (19,49 persen).
Sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada golongan barang lemak dan minyak yang naik US$40,66 juta (17,72 persen).
Apabila dilihat dari sektor, ekspor nonmigas Januari 2023 mengalami penurunan jika dibanding dengan Desember 2022. Hasil tambang turun 19,49 persen, hasil industri turun 0,56 persen dan yang mengalami kenaikan terjadi pada ekspor hasil pertanian yang naik sebesar 534,18 persen.
Untuk negara tujuan dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2022 adalah ke Tiongkok. Nilainya mencapai US$729,36 juta, disusul Jepang sebesar US$290,10 juta dan India sebesar US$194,79 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 55,62 persen.
“Sementara ekspor ke wilayah ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar US$442,50 juta dan US$48,56 juta,” jelasnya, dalam rilisnya belum lama ini.
Selain Ekspor, Impor Juga Turun

Kemudian Nilai impor Kalimantan Timur Januari 2023 tercatat US$446,64 juta, turun 24.35 persen dibandingkan nilai impor Desember 2022 dan jika dibandingkan dengan Januari 2022 mengalami kenaikan 121,96 persen.
Impor migas Januari 2023 senilai US$305,68 juta, turun 31,26 persen dibandingkan nilai impor Desember 2022, sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor Januari 2022 mengalami kenaikan 364,17 persen .
Penurunan nilai impor golongan barang nonmigas terbesar pada Januari 2023 jika dibandingkan nilai impor Desember 2022 adalah pada golongan barang pupuk yang turun US$14,41 juta.
Sebaliknya kenaikan nilai impor terbesar adalah pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis yang mengalami kenaikan sebesar US$6,85 juta. (am)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoCarnival Akhir Tahun Hadir di Mahakam Lampion Garden Samarinda, Tiket Masuk Mulai Rp5 Ribu
-
GAYA HIDUP5 hari ago7 Tips Resolusi Tahun Baru 2026 Biar Nggak Jadi Sekadar Janji Manis, tapi Beneran Jalan Sampai Desember Lagi
-
HIBURAN2 hari agoDaftar Film Indonesia di Bioskop Temani Liburan Nataru 2025-2026, Tayang Desember–Januari
-
OLAHRAGA5 hari agoPerolehan Positif Yamaha Racing Indonesia Tuai Perubahan Signifikan di ARRC 2025
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoWagub: Usia Harapan Hidup Warga Kaltim Naik Jadi 79 Tahun
-
SEPUTAR KALTIM8 jam agoDisorot Isu Deforestasi, Pemprov Kaltim Catat Upaya Reforestasi Capai 17 Ribu Hektare
-
BERITA2 hari agoPemprov Kaltim Pastikan Stok Pangan Aman, Harga Bapokting Stabil Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoBI Siapkan Rp4,8 Triliun Penuhi Kebutuhan Nataru 2026 di Kaltim

