OLAHRAGA
Pelatih Borneo FC Puji 2 Pemain Asing Barunya Usai Kalahkan Persis 2-0 di Piala Presiden
Pada laga perdana Piala Presiden 2024 melawan Persis Solo, Pelatih Borneo FC Pieter Huistra menurunkan 4 pemain asingnya. Secara khusus, dia memuji kiprah Leo Gaucho dan Christope Nduwarugira di laga ini.
Laga antara Borneo FC Samarinda kontra Persis Solo di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jumat malam berjalan sedikit lamban. Karena kondisi fisik pemain dari kedua klub belum 100 persen prima.
Secara permainan juga belum menggambarkan kekuatan Pesut Etam dan Persis yang sesungguhnya. Terlebih kedua klub sama-sama ditinggal playmaker handalnya, yakni Wiljan Pluim dan Messidoro. Ditambah banyaknya pemain baru, sehingga permainan mereka masih meraba-raba.
Meski sama-sama tampil kurang baik, Pasukan Samarinda masih mampu menunjukkan dominasi di sepanjang pertandingan. Filosofi permainan ala Pesut Etam masih terlihat. Yakni permainan intens, pressing ketat, memadukan operan-operan pendek dan panjang, dan membuat peluang sebanyak mungkin.
Penyerang asing anyar Leo Gaucho menjadi bintang di laga ini, lewat brace-nya di masing-masing babak. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0.
Pelatih Borneo FC Puji Leo dan Christope
Di sesi konferensi pers usai laga, wartawan menanyakan pendapat Pieter tentang penampilan Leo Gaucho dan Christope Nduwarugira di laga ini. Untuk diketahui, Leo Gauchor bermain apik di lini depan. Di luar 2 golnya, skill positioningnya bagus, mampu menjadi pemantul bola sekaligus pencetak gol, dan membuat koneksi yang bagus dengan Stefano Lilipaly.
Sementara Christope yang dimainkan di posisi bek tengah kiri, mengantongi satu-satunya pemain berbahaya milik Persis, Sidibe. Kemampuan membaca permainan dan memotong bolanya sangat baik. Beberapa kali juga melepas umpan direct yang cukup akurat. Di akhir babak kedua, dia kembali ke posisi aslinya, gelandang bertahan, ketika Ronaldo masuk.
“Ini selalu menjadi hal yang bagus jika kamu merekrut pemain baru, baik itu pemain Indonesia maupun pemain asing baru. Kamu harus mencoba untuk mengerjakan pekerjaan rumah sebagus mungkin.”
“Tetapi, tak 100% yakin, indikasi pertama adalah mereka adalah pemain muda, terutama Berguinho dan Gaucho, mereka masih tergolong muda. Jadi, bagus melihat impresi awal mereka. Itu sangat penting. Tetapi juga energi dan mau untuk meraih sesuatu dan juga berambisi.”
“Bagus melihat Christope, kapten dari Timnas Burundi, dia mempunyai banyak sekali pengalaman dan sukses. Kamu bisa melihatnya dari awal dia bisa bermain untuk beberapa posisi yang berbeda. Kami sangat senang bisa memiliki dia.”
Leo Gaucho Seperti Matheus Pato
“Ya, selalu bagus jika kamu memiliki striker baru yang bisa mencetak gol dari kondisi yang bukan peluang sebenarnya. Kamu bisa melihat, Da Silva juga melakukan hal yang sama di Bandung dan itu membuat perbedaan besar.”
“Kami mempunyai striker bagus dengan Pato sebelumnya. Kami berekspektasi banyak dengan Leo Gaucho. Dia masih mudah tetapi dia sangat serius dengan profesinya,” pungkas Pieter. (Dra)
-
PARIWARA5 hari agoTim Monster Energy Yamaha MotoGP Memasuki Era V4, Launching Livery 2026 di Indonesia
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Anniversary 70 Tahun, Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Mengaspal !
-
PARIWARA2 hari agoGas Awal Tahun Nyaman Setahun Penuh, Trik Jitu Yamaha Kaltim Bawa Pulang Nmax Neo atau Aerox Alpha
-
PARIWARA3 hari agoMAX Special Livery & TMAX TECHMAX2026 Tampil MAXimal, Dapatkan Segera MAX Special Livery & TMAX TECHMAX Melalui Order Online
-
SEPUTAR KALTIM13 jam agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
PARIWARA24 jam agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoEks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan
-
SAMARINDA2 hari agoAkses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis

