OLAHRAGA
Pelatih Borneo FC Senang, Julak Pluim Akhirnya Pecah Telur
Borneo FC sedang butuh gol kedua untuk mengakhiri perlawanan PSIS. Lalu Pluim yang sudah kelelahan, mencetak gol debutnya dengan dingin.
Wiljan Pluim akhirnya pecah telur di Borneo FC Samarinda. Itu terjadi di laga keempatnya bersama Pesut Etam. Di malam perpisahan tim barunya dengan Stadion Segiri.
Menjelang akhir babak kedua, Borneo FC masih terus memborbardir pertahanan PSIS Semarang yang bermain solid. Sesekali, Fortes dkk balik mengancam gawang Nadeo.
Keunggulan 1-0 seolah sangat belum aman untuk menjadikan laga perpisahan ini berakhir manis. Pesut Etam butuh gol kedua. Agar sewaktu-waktu PSIS berhasil menjebol gawang Borneo, mereka masih bisa mengakhiri laga dengan kemenangan.
Persoalannya, Felipe Cadenazzi sedang dijauhi Dewi Fortuna. Berkali-kali eksekusinya gagal berbuah gol. Di bangku cadangan, stok penyerang hanya Win Naing Tun, yang sejauh ini belum juga mampu pecah telur.
Pieter Huistra memutar otak. Dia lantas menarik Felipe dan menggantikan dengan gelandang bertahan Hendro Siswanto. Bukan untuk bertahan, namun untuk menjadikan Wiljan Pluim sebagai penyerang tengah. Sementara posisinya digantikan oleh Adam Alis yang otomatis naik 1 garis.
Taktik ini sebenarnya penuh perjudian. Pasalnya Pluim terlihat sangat kelelahan. Setelah sepanjang laga sibuk naik turun lapangan. Dia juga terlibat sangat aktif menciptakan peluang.
Fajar Fathur Rahman lalu melakukan penetrasi di sisi kanan. Setelah berduel dengan beberapa bek PSIS. Sang youngstar lalu melepas umpan datar pada Pluim yang berada di dekat kiper. Dengan dingin, Julak Pluim menendang bola tepat ke jantung gawang. Gol.
Gol itu berhasil membunuh laga. Karena agresivitas PSIS mendadak habis. Skor 2-0 menjadi milik tuan rumah.
Pelatih Borneo FC Senang
Usai laga, pelatih Pieter Huistra memuji pemain asing 34 tahun itu. Selain golnya, dia merasa Pluim bermain ekstra keras selama 97 menit (tambahan 2+5).
“Dia bermain bagus hari ini. Kamu bisa lihat, dia telah keluar (dari kompetisi). Setelah 5 bulan dan dia harus kembali dengan ritme. Di setiap laga dia bermain lebih baik.”
“Jadi dia bermain dengan influens tinggi dan bermain selama 95 menit dan mencetak gol. Itu gol yang bagus, crossing bagus dari Fajar dan bagus melihatnya,” kata Pieter. (dra)
-
BALIKPAPAN4 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
SAMARINDA2 hari agoSamarinda Menuju Usia 358 Tahun: Menelusuri Jejak Enam Kampung Purba dan Akar Sejarah Kota Mahakam
-
GAYA HIDUP4 hari agoAngka Pernikahan 2025 Naik Tipis, Tren ‘Enggan Nikah’ Mulai Melandai?
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBibit Siklon Tropis 97S Kepung Indonesia Bagian Selatan, Begini Prediksi Cuaca Kaltim Sepekan ke Depan
-
FEATURE4 hari agoFenomena AI di 2026: Jadi “Asisten Hidup” yang Memanjakan, atau Perangkap Ketergantungan?
-
BERAU4 hari agoDi Balik Pesona Pantai Payung-Payung, Rudy Mas’ud Soroti Abrasi yang Ancam Jalan Bandara
-
BALIKPAPAN1 hari agoPendaftaran Balikpapan CSR Awards 2026 Dibuka, 8 Sektor Ini Jadi Prioritas Penilaian
-
SAMARINDA4 hari agoSambut HUT ke-358 Samarinda, Wawali Saefuddin Buka Turnamen Biliar Berhadiah Rp 100 Juta

