Connect with us

SAMARINDA

Pembangunan Pasar Pagi Samarinda Belum Mulai karena Masih Tunggu Izin dari Pusat untuk Tutup Jalan Gajah Mada

Diterbitkan

pada

Mobilitas kendaraan untuk pengangkutan material di Jalan Gajah Mada. (Nisa/Kaltim Faktual)

Pasar Pagi Samarinda yang sudah rata dengan tanah itu menanti pembangunan. Namun untuk memudahkan mobilitas alat berat, pemkot perlu menggunakan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jendral Sudirman.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus melanjutkan rencana pembangunan ulang Pasar Pagi. Yang telah direncanakan sejak awal 2023 lalu. Menjadi Pasar Pagi baru versi high level.

Setelah melalui lika-liku perjalanan yang cukup panjang. Kini Pasar Pagi Samarinda sudah rata dengan tanah. Tak satupun tiang sisa bangunan lama yang berdiri.

Berdasarkan pantauan Kaltim Faktual, proses perobohan yang sudah rampung itu, memakan waktu sekitar 3 bulan. Dari Februari hingga April 2024. Meski kini sudah rata dengan tanah, pembangunan fisik masih belum tampak.

Harus Tutup Jalan Poros

Ketika proses pembangunan berjalan, mobilitas alat berat dan material tentu diperlukan. Sementara Pasar Pagi, letaknya tepat di pinggir jalan dan padat bangunan di sekitarnya. Harus hati-hati.

Baca juga:   ‘Cueki’  Drop off Mal SCP, Sopir Taksi Online Lebih Suka Antar-Jemput Penumpang di Area Terlarang

Untuk itu, Pemkot Samarinda merencanakan penggunaan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jendral Sudirman untuk digunakan sementara. Sehingga aksesnya harus terganggu selama pembangunan berjalan.

Namun, menutup kedua jalan itu tidaklah semudah yang dibayangkan. Dengan menutup jalan begitu saja menggunakan papan pengumuman dan sebagainya. Terutama Jalan Gajah Mada. Sebab itu jalan nasional.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Didi Zulyani menyebut pihaknya tengah membahas rekayasa lalu lintas untuk penggunaan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jendral Sudirman. Namun pembahasannya belum rampung.

Sebab harus melalui proses yang rumit. Dengan mengajukan izin penggunaan dan pemanfaatan jalan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di bawah naungan Kemenhub. Juga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Baca juga:   DPRD Sebut SK Larangan BBM Eceran di Samarinda Tidak Tegas dan Bukan Solusi

“Ini masih harus menunggu persyaratan yang harus dilengkapi untuk izin terkait penggunaan jalan. Permohonan pihak kontraktor, belum disetuju dari BPTD selaku perwakilan di Kaltim,” jelasnya ketika dihubungi Senin 20 Mei 2024.

“Kemungkinkan yang dipakai Jalan Gajah Mada, kalau Jendral Sudirman, di persimpangan itu saja ditutup,” tambahnya.

Didi menyebut, menargetkan penyelesaian izin ada di bulan ini, tidak sampai berlarut di bulan depan. Karena mobilitas mobil material dan alat berat masih menunggu rekayasa jalan ini. Namun kembali bergantung pada Pemerintah Pusat.

Sebagai alternatif, jika Jalan Gajah Mada tidak bisa digunakan. Jalan Jendral Sudirman bakal dimaksimalkan penggunaannya. Namun agar tidak mengganggu, diatur dari segi jam operasional dari mobilitas material.

Baca juga:   Dapat 3 Truk Sampah, DLH Samarinda Kembali Bersih-bersih Sungai Karang Mumus

“Iya mungkin jadinya tengah malam aja mobilitasnya, nanti diatur kalau memang pakai Jalan Jenderal Sudirman.”

Akan Dirapatkan Lagi

Didi menyebut, tahap paling utama ialah pemasangan pancang. Sehingga izin penggunaan jalan ini sangat diperlukan. Pemkot berharap bisa segera mengantongi izin dari kedua instansi terkait itu.

Karena Jalan Gajah Mada cukup luas, maka meski dilakukan penutupan, diprediksi tidak akan terlalu mengganggu arus lalu lintas yang ada. Sementara Jalan Jendral Sudirman diupayakan tidak mengganggu aktivitas di sekitarnya.

“Nanti akan ada rapat lanjutan lagi. Kalaupun nanti akan ditutup, Dishub yang akan turun kalau sudah mau pelaksanaan, ini masih perizinan dulu,” pungkasnya. (ens/fth)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.