OLAHRAGA
Pernyataan Elegan Pelatih Borneo FC soal Penggunaan VAR di Liga 1
Pelatih Borneo FC Pieter Huistra ikut merasa senang, karena akhirnya Liga 1 menggunakan teknologi VAR. Namun ia ingin semua orang tidak berekspektasi terlalu tinggi. Karena dengan atau tanpa alat canggih itu, sepak bola tetap akan ‘ribut’.
Di awal musim, PSSI maupun PT LIB menjanjikan akan menggunakan VAR di Liga 1 pada bulan Februari 2024. Namun karena teknologi ini terbilang baru di Indonesia, maka persiapan SDM, dalam hal ini kesiapan wasit, pemain, dan tim pelatih memerlukan waktu yang lebih panjang. Sehingga VAR baru akan digunakan pada Championship Series Liga 1 bulan ini.
Empat klub peserta Championship Series, yakni Borneo FC, Persib, Bali United, dan Madura United menjadi tim profesional Indonesia pertama yang akan merasakan dampak penggunaan VAR. Semua klub tersebut pun sudah mengikuti sosialisasi dari PT LIB.
Kata Pelatih Borneo FC
Pieter Huistra dalam wawancara bersama penyelenggara kompetisi, mengaku senang dengan penerapan teknologi wasit berbasis komputer ini.
“Saya pikir penggunaan VAR di liga profesional ke depannya sangat penting, untuk membuat liga menjadi lebih adil,” ujarnya, baru-baru ini.
Perdebatan Tak akan Hilang
Melihat praktik penggunaan VAR di beberapa negara, termasuk di Piala Asia U23, teknologi ini tidak serta merta menghapus kontroversi dalam pengambilan keputusan wasit. Jadi, Pieter mengingatkan bahwa semua orang boleh menaruh harapan lebih pada VAR, asal tidak berlebihan. Karena pada dasarnya, perdebatan dan kontroversi adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola.
“Harapannya ini mengurangi perbincangan (perdebatan) di lapangan, tapi saya sudah memperingatkan orang-orang bahwa meski ada VAR, perbincangan akan tetap ada. Ini adalah bagian dari sepak bola.”
Liga 1 Berkembang
Apapun yang terjadi nanti, satu hal yang ia ikut garisbawahi adalah Liga 1 terus berkembang. Terlepas banyaknya asumsi miring tentang kompetisi kasta tertinggi Tanah Air, pada akhirnya, di edisi penuh kelima musim ini, Liga 1 telah melangkah maju.
“Ya, (poin utamanya adalah) pengembangan dan profesional untuk dipertahankan ke level dunia. Sekarang sudah banyak negara di dunia menggunakan VAR. Dan ini saya kira hal yang bagus.”
Membantu Pengambilan Keputusan Besar
Saat ditanya apakah akan ada dampak untuk timnya, Pieter tak ingin berspekulasi. Yang jelas, VAR akan membuat liga lebih baik. Karena kini, pengambilan keputusan besar bisa dibuat lebih matang dan objektif. Pun rekaman yang lebih detail akan berguna untuk sidang Komdis PSSI terhadap dugaan pelanggaran.
“Bukan soal Borneo FC, perhatian saya adalah dengan adanya VAR, tidak menghilangkan perdebatan di lapangan. Tidak begitu, tetap akan ada banyak hal yang diperbincangkan. Tapi untuk keputusan penting seperti gol atau tidak, kartu merah atau tidak, situasinya akan menjadi lebih jelas,” pungkas Pieter. (dra)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoBaru 9 Diakui dari 505 Komunitas, Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Percepat Status Masyarakat Adat
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
PARIWARA4 hari agoYamaha YZF-R3/R25 Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
-
PARIWARA3 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoTembus 17 Miliar Transaksi, Pengguna QRIS di Indonesia Capai 60 Juta Orang
-
SEPUTAR KALTIM3 hari ago21.903 Mahasiswa Baru Kaltim Resmi Bebas UKT Lewat Gratispol, Tahun Depan Target Tembus 124 Ribu Penerima
-
PARIWARA22 jam agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
BALIKPAPAN2 hari agoSoroti 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja, Wagub Kaltim: K3 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Hak Pulang Selamat

