NUSANTARA
Pesan dari Isran Noor untuk BPK: Selalu Siap Diperiksa
Isran Noor menyatakan dirinya bersama seluruh kepala daerah siap diperiksa BPK. Isran yang selaku Ketua APPSI ini pun memberikan pesan dan saran kepada BPK dalam proses audit yang lebih baik ke depannya.
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melalui Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) VI menggelar Kegiatan Koordinasi Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2022 dalam rangka peningkatan kualitas pelaporan keuangan pemerintah di lingkungan AKN VI, di Auditorium BPK, Gedung Tower BPK RI, Jakarta, Rabu 29 Maret 2023.
Kegiatan ini mempertemukan obyek tugas AKN VI, yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, BPJS Kesehatan, BPOM, pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah pada Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Badan Usaha Milik Daerah di Wilayah II (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua) serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
“Pertama kali diadakan rapat seperti ini mempertemukan kementerian/lembaga dan kepala daerah yang diinisiasi BPK RI di tempat yang sangat bagus ini,” kata Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor saat didaulat menyampaikan sambutan mewakili kepala daerah (gubernur) di wilayah AKN VI.
Isran menegaskan bahwa seluruh provinsi di bawah naungan AKN VI siap bekerja sama dengan BPK RI dalam hal pelaksanaan pengelolaan keuangan negara dan daerah demi sebesar-besarnya memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
“Kami siap diperiksa oleh BPK setiap tahun, tidak ada masalah. Jika ada masalah bisa diselesaikan masing-masing. Kami kepala daerah ingin dalam hal masalah audit tahunan baik itu audit laporan keuangan, audit kinerja maupun audit dengan tujuan tertentu, kami selalu layani”.
“Tapi dalam audit ini perlu juga kita perdalam terutama dana-dana yang berasal dari Dana Alokasi Khusus atau DAK,” saran Isran Noor.
Kenapa demikian, Isran menilai karena seringkali ada masalah di daerah. Biasanya DAK turun, tapi petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) turun terlambat, hampir rata-rata pertengahan tahun baru turun.
“Misalnya belanja pengadaan alat kesehatan, jika barangnya yang akan diadakan itu produksinya di Indonesia mungkin akan cepat prosesnya, tetapi alat kesehatan ini dipesan di luar negeri”.
“Maka jika pertengahan tahun baru turun juklak dan juknis DAK tersebut maka akan memakan waktu lebih lama lagi untuk belanja. Ini terkait dengan penyerapan anggaran,” sebut Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini.
Sementara, Anggota VI BPK RI Pius Lustrilanang dalam arahannya mengatakan bahwa kegiatan koordinasi ini menandai pemeriksaan LKKL dan LKPD tahun 2022 untuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di wilayah AKN VI. Dengan harapan keuangan negara dikelola secara tertib, akuntabel, transparan dan sesuai peraturan perundangan.
“Pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualiam atau WTP yang diberikan BPK RI bukanlah pencapaian akhir pengelolaan keuangan negara. Namun yang jauh lebih penting secara substansi adalah bagaimana pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara akuntabel dan mengedepankan integritas serta hasil pembangunan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia secara adil dan merata,” ujar Pius sekaligus menekankan pentingnya sektor pendidikan dan kesehatan sebagai mandatory spending dalam APBN.
Pius pun mengingatkan agar dalam pelaksanaan pemeriksaan oleh BPK RI terhadap laporan keuangan diharapkan komitmen entitas pemeriksaan untuk membangun komunikasi dan sinergi yang efektif, serta menyampaikan data dan informasi secara tepat waktu.
“Begitu juga kepada pemeriksa, wajib memegang nilai dasar independen, integritas dan profesional, serta menegakkan kode etik dan standar pemeriksaan keuangan negara,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM Penny K Lukito, Anggota VI BPK RI Pius Lustrilanang, Tortama KN VI Laode Nusriadi, gubernur dan Kepala Perwakilan BPK RI di wilayah AKN VI. Hadir juga secara daring bupati dan wali kota di wilayah AKN VI. (her/sul/ky/adpimprov kaltim)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoBukber Sambil Wisata di Tepian Mahakam, MLG Samarinda Sediakan Paket Prasmanan Cuma Rp30 Ribu
-
Nasional3 hari agoImbas Konflik Timur Tengah, Kepulangan 158 Jemaah Umrah RI Tertunda di Makkah dan Jeddah
-
NUSANTARA2 hari agoMasjid Negara IKN Ramai Digunakan Saat Ramadan, PLN Pastikan Listrik Tanpa Gangguan
-
PARIWARA2 hari agoYamaha Members Ride Connection, Wujud Apresiasi Yamaha Terhadap Para Pelanggan Setianya
-
BALIKPAPAN2 hari agoBerbagi Kebahagiaan, 100 Paket Ramadan Disalurkan Untuk Pekerja dan Pensiunan Telkom Balikpapan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWarga Kaltim Tak Perlu ‘Panic Buying’, Bulog Jamin Stok Beras dan Pangan Aman hingga Lebaran
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoPantauan Sembako Kaltim: Beras Stabil, Harga Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu per Kilogram
-
VIRAL3 hari agoHeboh Gubernur Pakai Range Rover ‘KT 1’ di IKN, Pemprov Kaltim Pastikan Itu Kendaraan Pribadi

