Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Ramai Keluhan Kendaraan Rusak setelah Isi BBM di SPBU, Begini Kata Gubernur Kaltim

Diterbitkan

pada

Nota perbaikan di bengkel resmi dengan rekomendasi penggantian fuel pump diduga akibat buruknya kualitas BBM. (Istimewa)

Momen Idulfitri tahun ini, kesabaran masyarakat Kaltim benar-benar diuji. Bagaimana tidak, di tengah melonjaknya kebutuhan saat Lebaran, dompet warga harus terkuras untuk biaya perbaikan kendaraan. Kualitas BBM yang dijual di SPBU yang diduga menjadi musababnya.

Tidak berlebihan, kemarahan masyarakat memang tengah menjadi di tengah kasus hukum dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina. Juga terkait isu pertalite yang dioplos menjadi pertamax. Sontak, ketika terjadi masalah pada kendaraan, BBM-nya yang dikeluhkan. Pertamina menjadi pihak yang paling disalahkan.

Pantauan Kaltim Faktual, keluhan terkait kualitas BBM lebih dulu mencuat di Balikpapan sejak H-3 Lebaran. Indikasinya, motor mengalami berebet, dan low power. Bahkan ada yang sampai mati total tidak bisa dinyalakan. Hal ini terjadi setelah mengisi BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo. Sementara jika mengisi pertalite, justru aman.

Salah satu korbannya, Annisa (24) warga Manggar Baru. Dua motornya, masing-masing Honda Beat dan Honda Scoopy harus masuk bengkel dua hari jelang Lebaran. “Habis isi pertamax di pom, awalnya aman, pas jalan sekitar 30 menit, tiba-tiba berebet. Pas di bawa ke bengkel resmi di Manggar, ternyata di sana sudah banyak motor yang berebet juga. Padahal masih baru-baru semua motornya, berebet juga,” kata Annisa yang kesehariannya bekerja di Kariangau ini.

Baca juga:   Wali Kota Samarinda Sampaikan LKPJ Tahun 2024, Pertumbuhan Ekonomi Alami Tren Positif

Dia melanjutkan, motor Beat miliknya harus dibersihkan filter, fuel pump, ganti busi dan reset sistem. “Awalnya sudah normal lagi, nah ku isi lagi di pom bensin, kayak apa ga ada pilihan lain selain pertamax, eh malah berebet lagi. Ya sudah sabar aja,” sambungnya.

Pengalamannya, dia jadikan pelajaran. Lalu memilih mengisi Pertamax Turbo untuk motor Scoopy miliknya. Hasilnya lebih parah. Motornya mati total ketika gas ditarik terlalu dalam. “Saya bawa ke bengkel resmi lagi, ternyata sama masalahnya. Yang ini malah direkomendasikan harus ganti fuel pump Rp 650 ribu,” kesalnya.

Di Samarinda, sejumlah warga mengeluhkan kerusakan pada kendaraan mereka usai mengisi bahan bakar di beberapa SPBU selama masa libur Lebaran. Mulai dari motor brebet hingga mogok total, keluhan ini ramai disuarakan di media sosial dan bengkel-bengkel pun ikut ramai.

Baca juga:   Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Idulfitri 1446 H Kemungkinan Jatuh pada 31 Maret

Rian (28), salah satu warga terdampak, mengaku motornya mendadak brebet dan kehilangan tenaga tak lama setelah mengisi Pertamax di SPBU kawasan Sambutan. “Gas motor naik turun sendiri, padahal motor masih baru. Akhirnya uang Lebaran malah habis buat servis,” keluhnya, dikutip dari Kompas.com, Kamis 3 April 2025.

Hal serupa juga dialami Dimas (27). Usai mengisi BBM di SPBU Kesuma Bangsa, ia harus merogoh kocek hingga Rp500 ribu untuk mengganti fuel pump motornya. “Bengkel penuh motor rusak, banyak yang alami hal sama. Kami harap ada tanggung jawab dari pihak terkait,” ujarnya.

Ditanya terkait ramainya keluhan, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memberi pernyataan normatif. Ia mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan kualitas BBM yang menyebabkan kerusakan kendaraan.

Baca juga:   Evaluasi LKPJ Wali Kota, DPRD Samarinda Bentuk Pansus

“Alhamdulillah sejauh ini pasokan BBM aman dan terkoordinasi. GM Pertamina juga sempat menyampaikan bahwa distribusi di Kalimantan dalam kondisi baik. Kalau ada antrean, itu biasanya karena BBM subsidi,” kata Rudy saat ditemui di Samarinda, Rabu 2 April 2025.

Terkait ramainya keluhan di media sosial, Rudy mengaku tidak terlalu mengikuti perkembangan di dunia maya. “Sampai sekarang belum ada laporan resmi yang masuk. Saya juga lebih sering terima keluhan langsung dari masyarakat dibanding memantau medsos,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina sebelumnya telah menyatakan bahwa semua jenis BBM yang beredar seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo telah sesuai standar Kementerian ESDM. Namun demikian, keluhan dari warga terus bermunculan.

Kini, warga berharap ada tindak lanjut dari pemerintah dan Pertamina untuk menyelidiki lebih lanjut dugaan masalah kualitas BBM yang beredar. (Sty)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.