Connect with us

NUSANTARA

Rudy Mas’ud Dukung Target Swasembada Energi, Perizinan Eksplorasi Migas Jadi Sorotan

Published

on

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud disela-sela kegiatan Upstream Oil & Gas Executive Meeting Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2026 di Bandung, Rabu (28/10/2026). Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap target swasembada energi nasional. (Adpimprov Kaltim)

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap target swasembada energi nasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat sinergi dengan industri hulu minyak dan gas bumi (migas), termasuk memfasilitasi perizinan dan penyediaan lahan untuk kegiatan eksplorasi.

Komitmen itu disampaikan Rudy saat menjadi pembicara kunci dalam Upstream Oil & Gas Executive Meeting Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2026 di Hotel Pullman Bandung Grand Central, Rabu (28/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Rudy juga menerima penghargaan atas dukungan dan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kaltim dalam pengembangan industri hulu migas.

Target Produksi Minyak Nasional Terus Didorong

Pertemuan yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kalimantan dan Sulawesi itu mengangkat tema sinergi industri hulu migas dan pemangku kepentingan daerah menuju swasembada energi.

Rudy, yang akrab disapa Harum, menilai kerja sama antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target produksi minyak nasional.

“Pertama, kita wajib membangun sinergi antara kegiatan usaha hulu migas, KKKS, serta pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan agar kita bisa mencapai swasembada energi,” ujarnya.

Ia menyebut target produksi minyak nasional pada 2026 mencapai 610 ribu barel per hari. Angka tersebut diharapkan meningkat menjadi 1 juta barel per hari pada 2028–2029.

Untuk mendukung target itu, Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota menyatakan siap membantu pelaksanaan program pemerintah pusat, terutama berkaitan dengan perizinan dan ketersediaan lahan untuk eksplorasi migas.

“Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, mendukung sepenuhnya program pemerintah pusat, terutama terkait perizinan dan area lahan yang dibutuhkan untuk kegiatan eksplorasi,” tegasnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan eksplorasi dan pengembangan industri hulu migas di Kalimantan Timur.

Pengembangan Migas Diminta Berdampak bagi Masyarakat

Meski mendorong peningkatan produksi, Rudy mengingatkan bahwa pengembangan industri hulu migas tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian target nasional. Aktivitas industri tersebut juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Menurutnya, keterlibatan industri migas perlu ikut membuka peluang ekonomi, mendukung pertumbuhan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.

“Yang tidak kalah penting, kami berharap kegiatan KKKS memberikan dampak yang signifikan, terutama bagi masyarakat setempat. Kami juga berharap pengelolaan sumber daya daerah dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” katanya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS, pengembangan industri hulu migas di Kaltim diharapkan dapat berjalan optimal. Selain mendukung target produksi nasional, kerja sama tersebut juga diharapkan membawa manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat. (am)

Sumber: Pemprov Kaltim (Adpimprov Kaltim)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER