Connect with us

SAMARINDA

Sering Kesulitan Padamkan Api, Disdamkar Samarinda Cicil Penambahan Hydrant Kering 2024

Diterbitkan

pada

DISDAMKAR
ILUSTRASI: Hydrant kering untuk membantu memadamkan api jika mobil pemadam tidak bisa masuk. (IST)

Disdamkar ingin membeli hydrant kering untuk tahun depan. Agar membantu penanganan kebakaran di area yang sulit dijangkau. Namun anggarannya terbatas. Sehingga pengadaannya mesti dicicil.

Kebakaran masih jadi bencana langganan di Samarinda. Hampir di semua kasus, pemadam mengalami kesulitan dalam memadamkan api. Faktornya beragam.

Kebanyakan karena area kebakaran yang sulit dijangkau karena jalanan yang sempit, jalanan yang menanjak, hingga minim sumber air. Sehingga mobil pemadam sering tidak bisa mendekat ke lokasi. Paling banter masuk gang depan yang masih muat mobil.

Melihat kondisi itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) ingin menambah jumlah hydrant kering. Agar ada pasokan air terdekat, jika mobil pemadam tidak bisa mencapai area kebakaran.

Hydrant sendiri adalah pipa yang dihubungkan ke suplai air untuk menarik air dari saluran utama untuk memadamkan api. Hydrant kering biasa dipakai untuk memasok air untuk keperluan pemadaman kebakaran.

Hydrant kering bisa dianalogikan sebagai instalasi keran. Yang terdiri dari pipa dan keran atau katup yang dipasang secara permanen. Satu dari dari ujung pipa tersebut terletak di bawah permukaan air danau atau kolam.

Saat ini jumlah hydrant kering di Samarinda sudah ada di 12 titik. Namun jumlahnya masih kurang. Sehingga Hendra ingin menambahnya pada tahun 2024.

Baca juga:   TELUSUR: Praktik Pungutan Buku di Samarinda Itu Memang Ada

Penambahan itu tidak banyak. Hendra menyebut jumlahnya hanya akan ada satu. Rencananya akan diletakkan di Jalan Dr. Soetomo Samarinda.

“Karena di sana rawan kebakaran. Mayoritas rumah kayu. Nah di Samarinda itu kebanyakan gitu, banyak masih tipikal rumah berbahan dasar kayu,” jelasnya di Gedung DPRD Kota Samarinda, Senin, 17 Juli 2023.

“Makanya kalau kebakaran itu cepat menyebar,” imbuhnya.

Mengenai jumlah hydrant kering yang hanya satu itu, Hendra bilang memang harus mencicil. Tidak bisa langsung menyediakan dalam jumlah banyak. Karena anggarannya terbatas.

“Jadi satu-satu dulu. Kan dibagi-bagi tidak hanya hydrant saja. Anggaran juga dialokasikan ke yang lain. Seperti mobil, alat rescue, alat keselamatan,” ucap Hendra.

Baca juga:   Amankan Pemilu 2024, Satpol PP Samarinda Siapkan 5.126 Satlinmas

Anggaran untuk hydrant kering itu sendiri, senilai Rp65 juta. Dari total anggaran Rp29 miliar pada 2023.

Usulan Disdamkar Lainnya

Selain pengadaan hydrant kering, Hendra mencatat anggaran Rp29 milyar itu akan dialokasikan untuk sejumlah program lain.

Di antaranya peremajaan armada pemadaman, pengadaan peralatan rescue dan penyelamatan. Dari jumlah keseluruhan Rp29 milyar tadi, sebanyak Rp23 miliar untuk pengeluaran rutin. Dan Rp6 miliar dialokasikan untuk kegiatan.

“Nah untuk peremajaan ini kami usulkan 2 unit,” kata Hendra.

“Karna ada mobil damkar yang saat ini sudah usianya 70 tahun. Udah kayak mobil zaman Majapahit,” kelakarnya.

Hendra turut mengaku semua usulan itu termasuk darurat. Sebab, selama ini Disdamkar tidak hanya menangani kebakaran saja, namun upaya penyelamatan di berbagai kasus juga turut ditangani. (*/ens/fth)

Baca juga:   Rusmadi Beberkan 3 Kecamatan dengan Tingkat Stunting Tertinggi di Samarinda

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.