Connect with us

PARIWARA

Sigit Wibowo: 4 Pilar Adalah Rumah dari Semua Perbedaan

Published

on

sigit wibowo pusing apa lagi materinya
Politisi PAN sekaligus Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo (tengah depan) saat berpose bersama masyarakat Gunung Bahagia, Jumat 9 Desember 2022. (Dok/DPRD)

Suka partai biru, merah, kuning, hijau. Suka budaya Nusantara, Jepang, Barat, hingga Korea. Sigit Wibowo bilang, sah-sah saja. Karena negara punya tempat berpulangnya semua perbedaan itu. Namanya 4 Pilar Kebangsaan.

Bumi sudah semakin tua. Kemudahan mengakses internet telah mengubah banyak hal. Dulu, mengatur pemuda lebih mudah. Peran orang tua di rumah dan guru di sekolah saja sudah cukup.

Kini, jangankan dalam lingkup yang luas. Dalam satu rumah saja, antara anak dan orang tua. Bisa berbeda pandangan dan pilihan.

Sebagaimana negara telah menjamin kebebasan berpendapat. Masyarakat saat ini lebih berwarna, dan lebih terbuka mengekspresikan pandangannya.

Satu sisi kebebasan memilih dan berpendapat itu bagus. Namun jika dosisnya berlebihan, bisa membuat keretakan. Sekadar pilihan musik, politisi, sampai klub sepak bola saja. Banyak yang sampai fanatik dan menutup diri dari keterbukaan. Pokoknya, pilihannya yang paling benar, titik.

Baca juga:   Tahun Depan, Sigit Wibowo Prioritaskan Penambahan Ruang Kelas di Balikpapan

Kalau sudah saling gontok-gontokkan begitu, kata Wakil Ketua DPRD Sigit Wibowo. Jalan pulangnya adalah 4 Pilar kebangsaan. Karena dalam konsepsi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Semua perbedaan bisa disatukan.

Hal itu disampaikan Sigit saat melaksanakan tugas kedewanannya; Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Di daerah pemilihannya, Balikpapan. Tepatnya di RT 07 Kelurahan Gungung Bahagia Kota Balikpapan. Jumat, 9 Desember 2022.

“Empat pilar itu adalah jati diri bangsa. Bisa menjadi konsepsi nasional dalam menyatukan keragaman.”

“Karena apa? Nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar memuat konsep menjalani kehidupan sosial yang harmonis, rukun, saling menerima,” ujarnya.

Perumusan 4 Pilar dilakukan sejak awal republik ini merdeka. Karena memahami bahwa Indonesia memiliki masyarakat yang plural.

Baca juga:   Pansus IP Segera Sidak Tambang Pemilik IUP Palsu

“Jiwa patriotis ini perlu dihidupkan karena Indonesia adalah negeri yang sangat luas. Lebih dari 17 ribu pulau lebih dari 500 suku bahasa.”

“Ini perlu dikonsolidasikan dengan suatu konsepsi yang merupkan konsepsi nasional dan menyatukan dengan keragaman baik agama suku dan bahasa,” terang Sigit.

Dari tempat yang sama, Gigih Widya Wirawan yang didapuk sebagai narasumber memberi apresiasinya pada DPRD Kaltim. Yang telah menyelegarakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Gunung Bahagia.

“Kegiatan ini sangat bangus untuk memberikan atau membangkitkan kembali giroh masyarakat kita untuk cinta terhadap bangsanya.”

“Kecintaan itu kini sedikit luntur akibat perkembangan teknologi terutama budaya luar yang masuk melalui internet. Untuk itu kami apresiasi beser terhadap kegiatan ini,” ungkap Kepala Damramil tersebut. (dra)

Baca juga:   Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu Edukasi 4 Pilar Kebangsaan di Muara Badak

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.