Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Wagub Kaltim Sambangi Keluarga Balita di Bukuan, Seno Aji Singgung Status Bencana Nasional

Published

on

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji (kedua kiri) mengunjungi keluarga balita YS di Bukuan, Palaran, Samarinda, Kamis (22/10/2026), untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan pribadi. (@pemprovkaltim))

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji mendatangi rumah keluarga balita YS yang meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Kunjungan pada Kamis (22/10/2026) itu dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan secara pribadi kepada keluarga yang sedang berduka.

Seno mengaku datang setelah mendengar kabar meninggalnya balita berusia sekitar satu tahun tersebut. Ia juga mendengarkan cerita keluarga mengenai kondisi yang dialami anak itu sebelum meninggal dunia.

“Ini sebenarnya kunjungan pribadi karena kami mendengar kabar ada warga Bukuan yang meninggal dunia, bayi berumur 1,5 tahun. Kami mencoba berkunjung ke keluarga korban,” kata Seno, saat berada di rumah keluarga korban.

Kunjungan ini menjadi perhatian di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada sejumlah wilayah di Kaltim, termasuk persoalan asap dan abu yang dikeluhkan warga.

Balita YS dilaporkan meninggal dunia pada 15 Oktober 2026 setelah mengalami sesak napas. Sebelumnya, anak tersebut sempat mendapatkan penanganan medis di Samarinda.

Ibu korban, Sindhy Jumatun, mengaku tidak mengetahui adanya riwayat asma maupun sesak napas pada anaknya sebelum kejadian tersebut.

Meski keluarga mengkhawatirkan paparan asap di sekitar tempat tinggal mereka, hubungan antara asap karhutla dan kematian YS belum dapat dipastikan secara medis.

Seno Aji Siapkan Usulan Peningkatan Status Penanganan Karhutla

Selain menyampaikan belasungkawa, Seno turut menyinggung langkah pemerintah daerah dalam menangani karhutla di Kaltim.

Menurutnya, pemerintah provinsi sedang menyiapkan konsep pengajuan peningkatan status penanganan bencana ke tingkat nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Saat kunjungan berlangsung, Kaltim masih berada dalam status siaga darurat. Pengajuan tersebut diharapkan membuka peluang dukungan yang lebih besar dari pemerintah pusat untuk menangani kebakaran sekaligus dampak asap terhadap masyarakat.

“Hari ini sedang dikonsep oleh Biro Hukum kita. Kita akan melihat satu sampai dua hari ke depan bagaimana BNPB merespons hal tersebut,” ujarnya.

Seno juga meminta kepolisian menindaklanjuti perusahaan yang telah diidentifikasi sebagai pihak yang melakukan pembakaran lahan.

“Kita sudah meminta Polda untuk segera memproses perusahaan-perusahaan yang sudah diidentifikasi sebagai pembakar lahan,” tegasnya.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.

Keluarga Berharap Penanganan Asap Lebih Serius

Di rumah keluarga korban, persoalan asap bukan sekadar kekhawatiran. Ibu korban mengaku abu berwarna kelabu kerap ditemukan di sekitar rumahnya dan harus dibersihkan berulang kali.

“Di sini waktu itu lumayan tebal. Setiap hari pasti ada abu-abu. Ini saja tadi sampai hari ini masih ada, baru dibersihkan lagi,” tutur Sindhy.

Kakek korban, Sarno, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan Seno Aji. Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kunjungan, tetapi juga diikuti upaya nyata untuk menangani persoalan asap di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Saya sebagai kakeknya berharap upaya penanganan asap terus dilakukan supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Kondisi tersebut kembali mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan warga, terutama bayi, balita, dan kelompok rentan yang berada di wilayah terdampak karhutla.

Penanganan kebakaran tidak hanya menyangkut pemadaman api, tetapi juga upaya mengurangi paparan asap, memastikan layanan kesehatan tersedia, serta mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, kepastian mengenai penyebab medis meninggalnya YS tetap perlu merujuk pada keterangan tenaga medis yang menangani korban. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER