INTERNASIONAL
Yordania Siap Beri Dukungan Militer untuk Pasukan Perdamaian RI di Gaza
Rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza mendapat dukungan penuh dari Yordania. Presiden Prabowo targetkan tim pendahulu berangkat 1-2 bulan ke depan.
Rencana Indonesia untuk menerjunkan ribuan personel pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, Palestina, mendapatkan dukungan penuh dari Kerajaan Yordania.
Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein. Di Istana Basman, Amman, Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengajak Yordania untuk menjalin kerja sama strategis dalam merespons dinamika krisis kemanusiaan di Timur Tengah. Mengingat letak geografis Yordania yang berbatasan langsung dengan Tepi Barat, negara tersebut dinilai memiliki peran sentral dan krusial di lapangan.
“Jadi terima kasih banyak Yang Mulia atas dukungan Anda terhadap kontingen kami. Kami berharap dapat menjalin hubungan dan kerja sama yang erat. Karena Anda adalah pihak yang paling dekat dengan masalah Gaza,” ujar Prabowo di hadapan Raja Abdullah II.
Prabowo menilai, Indonesia dan Yordania memiliki pijakan yang sama dalam memandang resolusi konflik Israel-Palestina.
“Kami berharap kerja sama erat kita akan memperkuat posisi kita karena menurut saya, kita berada di landasan yang sama dengan Yordania dan negara-negara lain di kawasan ini,” katanya.
Ia juga memastikan akan ada koordinasi teknis yang intensif antara kedua negara. “Dan saya rasa tim saya akan bekerja sama secara erat dengan tim Anda. Sehingga kita selalu memantau situasi, kita tahu persis apa yang akan terjadi.”
Bantuan Teknis Militer dari Yordania
Menteri Luar Negeri RI Sugiono, yang turut mendampingi Presiden di Amman, mengungkapkan bahwa Yordania telah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pasukan Indonesia yang akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF).
“Tadi dalam pertemuan juga disampaikan situasi yang terkini di wilayah Palestina, di Tepi Barat, tapi intinya adalah bahwa Yordania juga siap memberikan dukungan dan support-nya kepada Indonesia pada saat nanti kita mengirimkan pasukan,” ungkap Sugiono di Pangkalan Udara Marka, Amman.
Dukungan dari Amman tersebut tidak hanya sebatas kelancaran diplomasi, tetapi juga menyentuh aspek taktis operasional. “Kemudian beberapa hal yang sifatnya teknis dari segi militer juga akan saling bantu,” imbuh Sugiono.
Pasukan Berangkat dalam Waktu Dekat
Komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian di Gaza sebelumnya telah ditegaskan Prabowo saat menghadiri KTT Board of Peace (BoP) di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026). Di forum tersebut, Prabowo menyatakan kesiapan Jakarta mengirimkan hingga 8.000 prajurit.
“Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan,” tutur Prabowo di Washington.
Ia menegaskan, partisipasi aktif Indonesia dalam Dewan Perdamaian dan dukungan terhadap 20 poin rencana damai AS didasari oleh satu tujuan akhir.
“Itu semua dilakukan dengan pandangan dan upaya untuk melakukan apa pun yang kami bisa guna mencapai solusi langgeng tersebut. Dan menurut pendapat kami, satu-satunya solusi yang langgeng adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka.”
Terkait realisasi pengiriman ke wilayah konflik, Prabowo memastikan bahwa langkah awal akan segera dieksekusi. “Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” paparnya.
Peluang Investasi Infrastruktur
Selain berfokus pada isu keamanan kawasan, pertemuan di Istana Basman juga menindaklanjuti potensi kerja sama ekonomi yang sempat dijajaki saat Raja Abdullah II berkunjung ke Jakarta pada November 2025 lalu.
Sugiono menyebutkan, Yordania secara terbuka mengundang investor asal Indonesia untuk menggarap tiga sektor strategis di negaranya, yakni proyek pipanisasi gas, pembangunan jalan tol, serta sektor logistik.
“Juga ada pembicaraan mengenai beberapa kerja sama yang selama ini sudah dibicarakan pada saat kunjungan terakhir yang kemarin dari Raja Yordania ke Jakarta juga. Dan ada beberapa progres yang berjalan dan akan ada follow-up di beberapa hal yang masih dibutuhkan untuk ditindaklanjuti,” pungkas Sugiono. (ens)
-
OLAHRAGA5 hari agoAldi Satya Mahendra Inginkan Assen Jadi Arena Comeback Bersinar Lagi
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoIsu Rp25 Miliar Tidak Benar, Ini Penjelasan Lengkap Anggaran Jamuan Pemprov Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoMelihat Kondisi Rumah Dinas Gubernur Kaltim yang Viral karena Renovasi Rp25 Miliar, Ini Kondisi Sebenarnya
-
OLAHRAGA4 hari agoProgress Latihan di Eropa, Arai Agaska Harapkan Perbaikan Performa di World Sportbike Assen
-
NUSANTARA4 hari agoPemprov Kaltim Raih Penghargaan Akselerasi Konektivitas Digital, Internet Desa Gratis Jadi Andalan
-
OLAHRAGA2 hari agoSi Paling Kuat Mantap! Performa GEAR ULTIMA Tetap Ganas Walau Disiksa Dengan RPM Maksimal
-
BALIKPAPAN2 hari agoBapemperda DPRD Balikpapan Harmonisaskan Perda bersama Kemenkumham
-
NUSANTARA1 hari agoTouring Akbar Dimulai, Toba Samosir Jadi Saksi Dimulainya Jelajah Indonesia Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara

