SEPUTAR KALTIM
Bertentangan dengan UU Ciptaker, DPRD Kaltim akan Cabut Perda Reklamasi Pascatambang
DPRD Kaltim akan mencabut Perda Reklamasi Pascatambang dan Pengelolaan Air Tanah. Karena isinya tak relevan dengan UU Ciptaker. Meski begitu, pengawasan aktivitas pascatambang tetap bisa berjalan, menggunakan landasan hukum UU.
Ada yang menarik dari Rapat Paripurna ke-23 DPRD Kaltim belum lama ini. Di sana, Komisi III melaporkan hasil kerjanya. Termasuk penggarapan Ranperda tentang pencabutan dua perda. Yakni Perda 8/2013 tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Pascatambang dan Perda 14/2012 tentang Pengelolaan Air Tanah.
Anggota Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Kaltim Jahidin mengatakan. Komisi III mencabut 2 perda itu karena isinya sudah tidak relevan dengan UU Cipta Kerja.
Sementara, perda adalah penjabaran teknis dari Undang Undang. Menyesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Makanya antara UU dan aturan turunannya; Perda, Pergub, ataupun Perbup/Perwali, harus memiliki relavansi.
Meski begitu, bukan berarti pengawasan aktivitas pascatambang kini tidak ada. Tetap ada, hanya sementara waktu, masih menggunakan landasan hukum dari UU Ciptaker.
Sebagai langkah penyesuaian, Komisi III telah mengusulkan perda inisiatif tentang Perlindungan Lingkungan pada Bekas Tambang dan Pengelolaan Lubang Bekas Tambang Sebagai Tempat Pengelolaan Industri Renewable Energy yang Berkesinambungan.
“Ada beberapa muatan dalam perda tersebut yang bertentangan dengan aturan hukum yang lebih tinggi kedudukannya (UU),” ungkap Jahidin, Rabu 16 Agustus 2023
“Tentunya usulan (perda inisiatif) tersebut dilakukan dengan tetap berkoordinasi oleh beberapa OPD lainnya termasuk biro hukum.”
“Perda ini kan sifatnya kesempurnaan dari undang-undang. Jadi ketika dicabut hanya dalam rangka perbaikan saja. Nantinya akan diajukan lagi,” jelasnya.
Jahidin bilang, pada perda baru nanti. Sebagian besar aturannya bisa saja berbeda. Namun intinya tetap sama. Yakni pengawasan soal pertanggungjawaban perusahaan tambang usai eksploitasi.
“Dalam perda inisiatif ini muatan-muatannya akan jauh berbeda,” pungkasnya. (dmy/fth)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
OLAHRAGA4 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike
-
SAMARINDA3 hari agoPolresta Samarinda Kembalikan Motor dan HP Hasil Curian, Korban Terima Barang Bukti Gratis
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoRibuan PPPK Kaltim Dapat Kepastian, Gubernur Harum Pastikan Tak Ada PHK
-
BALIKPAPAN2 hari agoSatu Jemaah Wafat di Tanah Suci, 359 Jemaah Kloter Balikpapan Kembali dengan Selamat
-
OLAHRAGA2 hari agoSIWO PWI Kaltim Dipastikan Masuk Kepengurusan KONI 2026-2030, Polemik Berakhir
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoMassa Aksi Kecewa, Hak Angket DPRD Kaltim Kembali Tertunda

