SEPUTAR KALTIM
DPK Kaltim Akui Sulit Mengumpulkan Naskah Kuno
DPK Kaltim merasa kesulitan dalam mengumpulkan berbagai naskah kuno kerajaan di Kaltim. Karena prosesnya memang tidak mudah. Bahkan masih sekitar 950 naskah belum tergali dengan baik.
Pada era yang serba digital dan canggih ini. Jika masih bisa melihat peninggalan masa kerajaan yang pernah ada pada ratusan tahun silam. Akan menjadi sesuatu yang menarik. Sebab jarak masanya terpaut cukup panjang. Dan kurangnya relevansi dengan kehidupan saat ini.
Termasuk di Kaltim sendiri yang juga sempat mengalami masa kerajaan. Dengan keberadaan beberapa kerajaan di Benua Etam pada masa lampau. Pada era ini, peninggalan kerajaan di Kaltim itu menjadi barang yang langka dan perlu dilestarikan.
Sehingga Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Daerah Kaltim terus melakukan perburuan naskah kuno di Kaltim. Terutama dari empat kerajaan, yaitu Kerajaan Kutai, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Paser.
DPK Kaltim sendiri masih merasa kesulitan dalam mengumpulkan naskah kuno itu. Sebab memang prosesnya tidak gampang. Perlu track informasi dan lokasi untuk menemukan naskah kuno. Juga pendekatan terhadap pemegang naskah kuno.
Naskah kuno yang dimaksud bisa berupa banyak hal. Tidak hanya kertas. Bisa tulisan di atas batu, daun lontar, atau benda-benda lain yang usianya di atas setengah abad atau 50 tahun.
Bisa berisi tentang hukum adat, silsilah, dongeng, mantra, ilmu pengetahuan, dan lainnya. Yang berkaitan atau menggambarkan kehidupan masyarakat Kaltim pada masa lampau.
Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, Pengembangan, Koleksi dan Pengolahan DPK Kaltim, Endang Effendi mencatat ada hampir seribu lebih naskah kuni yang brlum digali di Kaltim.
“Ada 950 lebih naskah kuno di Kaltim yang belum kita gali,” jelas Endang belum lama ini.
Endang menyebut upaya perburuan naskah kuno di Kaltim ini sangat penting. Selain untuk mengumpulkan riwayat sejarah di Kaltim. Juga untuk melestarikan peninggalan bersejarah sebagai identitas daerah dan sumber peradaban.
Selain itu sejarah Kaltim juga banyak belum terangkat dan menjadi pengetahuan yang penting untuk masyarakat luas.
“Karena ini mungkin ada orang yang belum tau sejarahnya Kaltim,” pungkasnya. (ens/fth)
ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM
-
BALIKPAPAN5 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
SAMARINDA3 hari agoSamarinda Menuju Usia 358 Tahun: Menelusuri Jejak Enam Kampung Purba dan Akar Sejarah Kota Mahakam
-
GAYA HIDUP4 hari agoAngka Pernikahan 2025 Naik Tipis, Tren ‘Enggan Nikah’ Mulai Melandai?
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoBibit Siklon Tropis 97S Kepung Indonesia Bagian Selatan, Begini Prediksi Cuaca Kaltim Sepekan ke Depan
-
BALIKPAPAN2 hari agoPendaftaran Balikpapan CSR Awards 2026 Dibuka, 8 Sektor Ini Jadi Prioritas Penilaian
-
FEATURE4 hari agoFenomena AI di 2026: Jadi “Asisten Hidup” yang Memanjakan, atau Perangkap Ketergantungan?
-
FEATURE2 hari agoBukan Sekadar di Pinggir Sungai, Ini Filosofi Mendalam di Balik Julukan ‘Samarinda Kota Tepian’
-
BERITA3 hari agoPrakiraan Cuaca Sepekan: Bibit Siklon 97S Muncul, Wilayah Selatan Indonesia Waspada Hujan Ekstrem

