SEPUTAR KALTIM
Peduli Orang Utan, COP Kampanye Bagi-Bagi Pisang di Samarinda
Tepat di masa Pemilu dan hari Valentine. COP bersama relawan Orangufriends membagikan bingkisan pisang dalam aksi bertajuk Banana Not Bullet 2024. Sebagai bentuk kampanye peduli orang utan di Samarinda.
Kampanye Banana Not Bullet 2024 kembali dilakukan oleh Center for Orangutan Protection (COP). Kali ini dengan cara membagikan sedikitnya 200 bingkisan berupa pisang, kartu ucapan dan stiker bagi masyarakat umum.
Selain di Medan, aksi ini juga dilakukan di Kota Samarinda. Dengan menggandeng relawan Orangufriends Samarinda. Dilaksanakan di GOR Kadrie Oening Sempaja, Kota Samarinda.
Aksi yang dilakukan untuk menunjukan kepedulian dan kasih sayang bagi orang utan. Digelar tepat di hari Pemilu dan hari kasih sayang atau Valentine. Yakni pada Rabu, 14 Februari 2024.
Kampanye Banana Not Bullet ini membawa pesan dan harapan untuk memberikan pisang kepada orang utan dan bukan memberikan peluru. Mengingat maraknya perburuan orang utan beberapa tahun belakangan ini.
Dengan membawa misi upaya pelestarian orangutan. COP yang berbasis di Yogyakarta ini, telah melebarkan sayapnya. Kini COP juga beroperasi di Kaltim dan Sumut. Sehingga Samarinda dipilih sebagai tempat kampanye.
Manager COP Area Kaltim, Galih Ramadhan menjelaskan. Kalau aksi Banana Not Bullet sudah dilaksanakan sejak 2018. Dan mulai rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Setelah ada kasus orang utan di Taman Nasional Kutai (TNK), yang mati dengan 130 peluru. Namun sempat berhenti ketika pandemi covid, sekarang mulai dilakukan lagi,” jelasnya.
Galih bilang pendanaan untuk aksi, diadakan dari COP sendiri dan didukung oleh para relawan Orangufriends Samarinda. Di lapangan, selain bagi bingkisan, mereka juga melakukan edukasi.
Disampaikan secara langsung kepada masyarakat secara face to face. Selain itu ada pula bentuk poster, flyer, dan kostum orangutan untuk menyemarakan kampanye. Edukasi dan penyadaran terkait orang utan dan bahaya peluru senapan angin.
“Semoga semakin banyak generasi muda dan masyarakat umum yang peduli terhadap ancaman krisis iklim, degradasi lingkungan, dan kepunahan satwa liar khususnya oran gutan.” (ens/fth)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoBaru 9 Diakui dari 505 Komunitas, Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Percepat Status Masyarakat Adat
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
PARIWARA5 hari agoYamaha YZF-R3/R25 Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
-
PARIWARA3 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoTembus 17 Miliar Transaksi, Pengguna QRIS di Indonesia Capai 60 Juta Orang
-
SEPUTAR KALTIM3 hari ago21.903 Mahasiswa Baru Kaltim Resmi Bebas UKT Lewat Gratispol, Tahun Depan Target Tembus 124 Ribu Penerima
-
PARIWARA1 hari agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAwas Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kaltim Akhir Pekan Ini

