EKONOMI DAN PARIWISATA
Bebaya Fair Resmi Dibuka, Alternatif Wisata Kuliner Baru di Samarinda
Kini warga Kota Samarinda punya alternatif wisata kuliner baru. Letaknya di halaman parkir Taman Bebaya. Ada 40 tenant yang mengisi Bebaya Fair. Tak hanya kuliner, kegiatan kreatif lainnya juga setiap sore.
Taman Bebaya di Tepian Mahakam, sebetulnya cukup ikonik di Kota Samarinda. Keberadaannya menambah daftar Ruang Terbuka Hijau (RTH), juga sebagai alternatif wisata yang mudah dan murah bagi warga Ibu Kota Kaltim.
Diresmikan pada November 2022 lalu. Taman Bebaya tampil khas dengan berbagai bangunan rumah-rumahan berbentuk buah-buahan. Yang diharap mampu menarik minat warga untuk berkunjung.
Namun setahun lebih berjalan. Taman Bebaya Samarinda terpantau sering sepi pengunjung. Padahal sudah dilengkapi gate masuk dan area parkir yang luas. Belum diketahui kenapa warga enggan bermain di sana.
Terlebih taman itu sempat buka tutup. Karena sempat diserang hama ulat bulu beberapa waktu lalu. Yang berdampak pada pengunjung dan pengendara yang melintas. Bikin makin sepi saja.
Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kemudian berusaha menghidupkan kembali kunjungan ke Taman Bebaya. Dengan menjadikannya alternatif wisata kuliner dan kreatif di area lahan parkirnya yang luas.
Bebaya Fair
Resmi dibuka pada Selasa sore, 27 Februari 2024. Taman Bebaya Fair sudah bisa dinikmati warga Kota Samarinda. Buka setiap sore, dari jam 3-6. Ada 40 tenant UMKM. Ada meja dan tempat duduk. Juga panggung nyore buat yang pengin tampil.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengaku, tujuan awalnya merupakan pemanfaatan kantung parkir di sana. Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.
“Ada kegiatan Taman Bebaya Fair. Supaya masyarakat berkunjung kesini dan menjadi spot wisata dan rekreasi atau interaksi sosial,” jelas Manalu.
“Ini juga kita membuat inovasi supaya masyarakat yang berkunjung kesini lebih ramai. Dan parkir di Taman Bebaya ini bisa meningkat,” sambungnya.
Manalu bilang, dampak dari Taman Bebaya Fair ini cukup banyak. Selain dari meramaikan Taman Bebaya sebagai wisata dan penambahan kantong parkir. Juga menjadi edukasi kepada masyarakat.
Agar para pelaku usaha. Beraktivitas di lahan yang memang memiliki lahan parkir memadai. Juga edukasi kepada pengendara kendaraan. Agar parkir di tempat yang sesuai. Dan menghindari Juru Parkir liar.
“Karena kalau parkir tepi jalan itu bisa menimbulkan kemacetan. Kalau seperti ini kan termasuk menghindari kemacetan.”
Untuk biaya parkir di Taman Bebaya sendiri sesuai dengan aturan. Kendaraan roda 2 dikenakan Rp2 ribu. Dan kendaraan roda 4 dikenakan Rp3 ribu.
Taman Bebaya Fair digadang jadi pusat keramaian di Kota Samarinda. Semacam alun-alun kota. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sana.
Budaya Self Service
Manalu ingin menerapkan budaya self service alias beberes sendiri, di Taman Bebaya Fair ini. Sehingga tidak menambah beban Dishub selalu penyelenggara ataupun Dinas Lingkungan Hidup untuk mengurusi sampah.
Setelah membeli, pengunjung diharapkan bisa membersihkan sendiri bekas makan minumnya. Dibuang ke tempat sampah yang banyak disediakan di sana. Sehingga tidak pula dibebankan kepada penjual.
“Jadi sampah itu menjadi tanggung jawab masing-masing, bukan orang lain, itu kita coba adopsi dari budaya di negara maju, apalagi banyak spot tempat sampahnya,” kata Manalu.
Panggung Terbuka untuk Umum
Selain dari tenant kuliner. Di Taman Bebaya Fair juga tersedia panggung nyore. Buat siapapun yang pengin tampil aktivitas kreatif. Terbuka untuk umum. Seperti penampilan menyanyi.
“Bagi anak muda yang punya grup musik, silakan bergabung kesini. Terbuka untuk umum untuk mengeksplor kesenian. Manggung gratis,” pungkas Manalu. (ens/fth)
-
PARIWARA5 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA4 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA4 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA3 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA4 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi

