EKONOMI DAN PARIWISATA
Destinasi Wisata Paser Kejar Momentum IKN, Bakal Belajar dari Heni Smith
Para pengelola destinasi wisata di Paser punya kesempatan bagus untuk belajar langsung dari pakar wisata, Arman Fauzan dan Heni Smith. Tentang bagaimana mengonsep objek wisata, hospitality, sampai membuat atraksi dan inovasi. Untuk bisa menarik minat pasar IKN. Lewat pelatihan yang diadakan Kemenparekraf dan DPR RI.
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kaltim, yang akan resmi beroperasi 17 Agustus 2024 nanti. Bakal memberi dampak besar. Tak hanya di infrastruktur dan ekonomi, namun juga sektor wisata.
Sehingga sejumlah kabupaten/kota di sekitar IKN diharuskan berbenah. Untuk menawarkan sektor wisata unggulan yang akan menyokong perkembangan Ibu Kota baru tersebut. Yang masih potensi, ditingkatkan jadi destinasi. Yang sudah jadi destinasi, dibuat lebih sip lagi.
Sektor wisata di Kota Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga Kabupaten Paser, sebagai daerah terdekat punya tekanan yang besar. Karena bakal lebih jadi sorotan. Banyak stakeholder yang mesti terlibat dalam ‘proyek’ ini. Di antaranya ialah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim.
Ketua DPD PUTRI Kaltim Dian Rosita menyebut saat ini yang masih punya PR besar ialah sektor wisata di Kabupaten Paser. Apalagi DPC PUTRI Paser memang baru terbentuk tahun ini. Belum lama berproses.
“Paser merupakan paru-paru IKN. Jadi mesti mengejar ketertinggalannya dalam mengembangkan dan mengelola potensi-potensi wisata yang ada,” jelasnya Kamis, 25 April 2024.
Belajar dari Pakar
Dian menyebut, pada 2 Mei mendatang, akan ada pelatihan pariwisata dari Kemenparekraf RI. Yang akan menghadirkan 2 narasumber utama dari kalangan praktisi. Yakni Arman Fauzan, pengelola Pantai BSB sekaligus ketua PUTRI Balikpapan. Ia akan membagikan ilmu membuat atraksi dan inovasi. Juga Heni Smith, yang merupakan tokoh pariwisata besar asal Bandung, yang juga menjabat sebagai sekretaris DPP PUTRI.
Pelatihan ini bermula dari komunikasi yang dilakukan oleh pengurus DPC PUTRI Paser dengan Wakil Ketua Komisi IX DPRD Hetifah Sjaifudian.
Heni Smith menjadi nama yang menarik, karena pendiri The Lodge Group itu telah sangat sukses mengambangkan wisata di Kawasan Bandung sejak 2015 silam.
The Lodge Group sendiri sudah memiliki 4 bisnis unit. Mulai dari The Lodge Maribaya, Fairy Garden, Taman Seribu Cahaya dan Menara Kujang Sapasang. Ke-empatnya termasuk wisata unggulan di Bandung.
Lebih menariknya, kata Dian, Heni punya riwayat mengelola hutan menjadi tempat wisata buatan berbasis alam. Bukan hanya ramah lingkungan dan berkelanjutan, tapi juga populer.
“Beliau juga membantu pemerintah untuk pengelolaan beberapa destinasi yang dibangun pemerintah saat masa Pak Ridwan Kamil,” tambahnya.
Keberhasilan Heni Smith dalam mengembangkan wisata dan menjaga alam. Diharapkan jadi angin segar bagi Kabupaten Paser untuk bisa belajar banyak. Mengembangkan wisata tanpa merusak kekayaan hutannya.
“Biar Kaltim bisa belajar banyak tentang bagaimana hutannya bisa lestari tapi bisa dinikmati.”
“Untuk mengembangkan ekowisata yang benar-benar unik tentang hutan Kalimantan Timur dan potensi alam lainnya,” harap Dian. (ens/fth)
-
NUSANTARA2 hari agoMasjid Negara IKN Ramai Digunakan Saat Ramadan, PLN Pastikan Listrik Tanpa Gangguan
-
Nasional4 hari agoImbas Konflik Timur Tengah, Kepulangan 158 Jemaah Umrah RI Tertunda di Makkah dan Jeddah
-
BALIKPAPAN3 hari agoBerbagi Kebahagiaan, 100 Paket Ramadan Disalurkan Untuk Pekerja dan Pensiunan Telkom Balikpapan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWarga Kaltim Tak Perlu ‘Panic Buying’, Bulog Jamin Stok Beras dan Pangan Aman hingga Lebaran
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Members Ride Connection, Wujud Apresiasi Yamaha Terhadap Para Pelanggan Setianya
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoPantauan Sembako Kaltim: Beras Stabil, Harga Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu per Kilogram
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAwas Penularan Campak Saat Silaturahmi Idulfitri, Dinkes Kaltim Minta Orang Tua Cek Imunisasi Anak
-
VIRAL3 hari agoHeboh Gubernur Pakai Range Rover ‘KT 1’ di IKN, Pemprov Kaltim Pastikan Itu Kendaraan Pribadi

