KOLOM REDAKSI
Setelah 168 Hari, Stefano Lilipaly Akhirnya Bikin Gol Lagi
Stefano Lilipaly tercatat sebagai pencetak gol pertama Borneo FC di ajang resmi musim ini. Gol itu sangat melegakan, karena menjadi pertanda kembalinya sang maestro.
Oleh: Ahmad Agus Arifin (Dang Tebe)
Laga Semen Padang kontra Borneo FC Samarinda pada Senin 12 Agustus 2024 malam belum genap 4 menit, ketika Stefano Lilipaly secara brilian membuat gol dari sudut tak terlihat. Usai menerima umpan silang Berguinho dari sisi kanan.
Fano resmi menjadi pencetak gol pertama Pesut Etam di ajang resmi musim ini. Tapi bukan itu topik menariknya.
Kilas balik ke musim lalu, Fano adalah malaikat penyelamat Pesut Etam, sekaligus monster bagi tim lawan. Gelontoran gol dan asisnya membuat Borneo FC konsisten meraih kemenangan, di tengah kebingungan Pieter Huistra meracik taktikal yang tepat sepeninggal Matheus Pato.
Sederhananya, Fano menggendong Borneo FC musim lalu. Tugasnya menjadi lebih ringan ketika Felipe Cadenazzi menemukan ketajamannya sejak periode November 2023. Dan kehadiran Wiljan Pluim yang mengambil alih peran Stefano Lilipaly sebagai playmaker tim.
Cedera Membawa Malapetaka
Musim lalu, Fano membuat 11 gol dan 17 asis dari 35 laga di reguler series dan championship series Liga 1. Dia adalah top skor sekaligus top assist klub. Juga satu-satunya pemain yang membuat 2 digit gol dan asis dalam 1 musim di Borneo FC. Sangat menggambarkan betapa monsternya sang maestro.
Tapi masalahnya, performa apik Fano hanya sampai pekan ke-26. Di mana ia membuat 1 gol dan 2 asis saat melawan Bhayangkara FC. Setelah itu, penampilannya mulai menurun karena mengalami masalah kebugaran. Di 3 laga berikutnya, ia hanya mampu menyumbang 1 asis, dari permainannya yang tidak segreget sebelumnya.
Finalnya, pada pekan ke-30, Pieter Huistra mengistirahatkannya. Selain karena Borneo FC sudah memastikan lolos ke championship series via juara reguler series. Pelatih mau Fano kembali fit di babak championship series yang menentukan.
Namun pada akhirnya, Fano tetaplah manusia biasa. Sekembalinya ia dari perawatan cedera, eks Bali United tidak langsung kembali ke performa awalnya. Itu terjadi di akhir reguer series hingga championship series. Stefano Lilipaly kehilangan tongkat sihirnya.
Stefano Lilipaly ‘Belum Habis’
Berbicara ‘belum habis’, Fano bergabung ke Pesut Etam dari Bali United, karena besarnya anggapan kalau dia sudah habis. Sesuatu yang berhasil ia patahkan selama berseragam Orens.
Nah, setelah periode buruk di akhir kompetisi musim lalu. Fano sempat membuat khawatir, karena penampilannya di sepanjang Piala Presiden tidak berada di ‘Level Fano’. Sayup-sayup, mulai terdengar kekhawatiran bahwa sang kapten kedua tidak akan seperti musim lalu.
Apalagi, dia ditinggal oleh 2 pemain yang paling paham permainannya, yakni Pluim dan Adam Alis. Dia sudah benar-benar selesai musim ini.
Tapi sekali lagi, Fano mematahkan keraguan itu. Penampilan di laga kontra Semen Padang adalah tonggaknya. Di laga itu, selain membuat 1 gol dan 1 asis, permainannya ‘Sangat Fano’. Itu benar-benar pemainan ala Fano yang kita kenal selama ini.
Akhirnya, setelah 168 hari, 14 laga tanpa membuat gol, Stefano Lilipaly kembali melakukannya. “Fano mode liga telah kembali!” (dra)
-
PARIWARA4 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA4 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA3 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA3 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA3 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi

