GAYA HIDUP
Samarinda Book Party Menuju Satu Tahun, ‘Markas’ Jadi Harapan Utama
Menjelang satu tahun usianya, komunitas Samarinda Book Party (SBP) menggelar pertemuan di Mahakam Lampion Garden. Semakin bertambahnya anggota menumbuhkan harapan agar komunitas ini memiliki ‘markas’ tetap untuk berkegiatan.
SBP merupakan komunitas literasi yang diinisiasi pada awal tahun 2024 sebagai cabang regional dari Jakarta Book Fair yang lebih dulu berdiri pada 2023. Rahman, koordinator SBP, bilang bahwa komunitas ini dibentuk untuk memberikan ruang bagi anak muda agar lebih tertarik membaca buku.
Bergabung Gratis, Cukup Bawa Buku
Rahman mengungkapkan bahwa saat ini SBP telah memiliki sekitar 50 anggota aktif. Uniknya, komunitas ini tidak memungut biaya apa pun bagi mereka yang ingin bergabung. Peserta hanya perlu membawa buku untuk dibaca bersama.
“Kalau enggak punya buku, kita bisa pinjamkan. Koleksi buku ini berasal dari sumbangan teman-teman,” ujarnya kepada Kaltim Faktual, Minggu 23 Februari 2025.
Sejauh ini, anggota SBP didominasi oleh anak muda, terutama Generasi Z, yang antusias dalam kegiatan membaca dan diskusi literasi.
Membaca Buku Sambil Bermain Games
Bagi Rahman, membaca bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga memperkaya kosa kata. Selain itu, SBP menjadi wadah bagi mereka yang memiliki minat serupa dalam dunia literasi.
“Komunitas ini bukan cuma soal baca buku, tapi juga tempat bertemu orang-orang dengan preferensi yang sama,” katanya.
Pada pertemuan kali ini, SBP tidak hanya berdiskusi soal buku, tetapi juga mengadakan permainan interaktif. Para peserta dibagi ke dalam kelompok dan diberi tantangan untuk mencari serta menjawab pertanyaan yang tersebar di berbagai titik di Mahakam Lampion Garden.
‘SBP Goes to School’, Dorong Minat Literasi di Sekolah
Selain menggelar pertemuan rutin, SBP juga menjalankan program Samarinda Book Party Goes to School. Program ini bertujuan meningkatkan literasi di kalangan pelajar dengan cara meminjamkan buku ke sekolah-sekolah di Samarinda.
“Kami pinjamkan 50 buku ke sekolah-sekolah, sedangkan penyelenggaraannya dilakukan oleh pihak sekolah. Kami hanya berperan sebagai mitra penyedia buku,” jelas Rahman.
Harapan SBP: Punya Ruang Sekretariat dan Perpustakaan
Meski terus berkembang, SBP menghadapi tantangan, terutama terkait lokasi kegiatan. Selama ini, acara SBP sering diadakan di ruang terbuka, sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Kalau hujan, pasti harus dibatalkan. Makanya sekarang kami mulai menyasar kafe sebagai alternatif tempat berkumpul,” kata Rahman.
Ia berharap SBP dapat memiliki ruang sekretariat sendiri, yang sekaligus bisa difungsikan sebagai perpustakaan komunitas untuk menyimpan koleksi buku sumbangan.
“Kami butuh tempat untuk berkumpul, terutama perpustakaan pribadi. Kami juga berharap ada dukungan dari pemerintah agar komunitas ini semakin dikenal masyarakat,” pungkasnya. (tha/sty)
-
KUTIM3 hari agoAkhiri Penantian 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Rp176 Miliar Resmi Beroperasi di Kutai Timur
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoBukan Sekadar Gelar, Pemprov Kaltim dan KPK Saring Ketat Kandidat Desa Antikorupsi 2026
-
KUTIM3 hari agoTinggalkan Era Jual Bahan Mentah, Gubernur Rudy Mas’ud Kebut Hilirisasi di KEK Maloy
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoMenilik Rapor Setahun Rudy-Seno Pimpin Kaltim: Dari UKT Gratis, Rasio Elektrifikasi, hingga Turunnya Angka Kemiskinan
-
NUSANTARA5 hari agoDua Hari Safari di IKN, Menag Nasaruddin Umar Bicara Toleransi hingga Kota yang Dirindukan
-
SAMARINDA3 hari agoPemprov Kaltim Bagi-Bagi 1.000 Paket Berbuka Puasa Gratis Tiap Hari, Catat Waktu dan Lokasinya!
-
NUSANTARA5 hari agoMenag Gagas Istiqlal dan IKN Jadi ‘Masjid Kembar’, Siapkan Beasiswa Ulama via LPDP
-
NUSANTARA2 hari agoUsai Touring Indonesia-Mekkah, Om Daeng Kembali Jelajah Sulawesi bersama Yamaha XMAX TECHMMAX

