SAMARINDA
Deni Hakim Anwar Soroti Kelalaian BIG Mall Soal Sistem Pemadam Kebakaran
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyesalkan sikap manajemen BIG Mall Samarinda yang dinilai mengabaikan peringatan terkait sistem proteksi kebakaran. Pernyataan ini disampaikan menyusul kebakaran hebat yang melanda pusat perbelanjaan tersebut pada Selasa, 3 Juni 2025 dini hari.
“Padahal rekomendasi perbaikan sudah jelas-jelas disampaikan Disdamkartan, tapi pihak manajemen terkesan mengabaikannya. Ini sangat kami sesalkan karena menyangkut keselamatan publik,” tegas Deni Hakim Anwar, Rabu 4 Juni 2025.
Anwar mengungkapkan bahwa Komisi III DPRD Samarinda telah beberapa kali mengingatkan manajemen BIG Mall untuk segera menindaklanjuti temuan dan rekomendasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Samarinda, khususnya terkait ketidakberfungsian sistem proteksi kebakaran seperti water sprinkler dan hidran. Namun hingga insiden kebakaran terjadi, tidak ada langkah konkret yang dilakukan.
“Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tapi menyangkut nyawa dan keselamatan banyak orang. Jangan sampai ada korban baru kita bergerak,” ujarnya.
Masalah tersebut, lanjut Anwar, juga sempat menjadi poin krusial dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi III sebelumnya. Sebagai tindak lanjut, manajemen BIG Mall bahkan telah dipanggil secara resmi pada Mei 2025 untuk diminta melakukan pembenahan segera atas sistem proteksi yang dinilai tidak berfungsi maksimal.
“Kami telah menyampaikan kekhawatiran bahwa sistem proteksi itu tidak berjalan optimal dan harus segera diperbaiki. Dan ternyata benar, saat kebakaran terjadi, sistem tersebut tidak berfungsi,” tegas Deni.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa dini hari itu menghanguskan sejumlah area di dalam mal, termasuk beberapa unit usaha di lantai atas. Api diketahui mulai muncul sekitar pukul 02.30 WITA dan baru berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian oleh tim gabungan Disdamkartan Samarinda. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Laporan awal dari Disdamkartan menyebutkan bahwa sistem pemadam otomatis di BIG Mall tidak aktif saat kejadian, yang menyebabkan proses pemadaman menjadi lebih sulit dan berisiko tinggi. Fakta ini kembali menguatkan dugaan adanya kelalaian manajemen dalam memprioritaskan aspek keselamatan kebakaran.
Deni menyatakan, Komisi III akan mendorong penyelidikan lebih lanjut dan memastikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan di semua pusat perbelanjaan besar di Samarinda.
“Jangan sampai musibah ini berulang di tempat lain. Evaluasi harus menyeluruh, bukan hanya BIG Mall,” pungkasnya. (chanz/sty)
-
PARIWARA3 hari agoAldi Satya Mahendra Targetkan Podium di Seri 2 World Supersport Portimao
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoQRIS Meledak di Kaltim! Pengguna Tembus 859 Ribu, Uang Rp2,9 Triliun Mengalir ke Bank
-
PARIWARA15 jam agoClassy Fun Day Experience: Performa Skutik Classy Yamaha Sukses Buktikan Keunggulannya di Jalur Pegunungan
-
SAMARINDA3 hari agoArus Balik Lebaran 2026, Samarinda Dipadati Kendaraan, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
-
SAMARINDA2 hari ago30 Siswa SMAN 10 Samarinda Raih 84 LoA dari Kampus Luar Negeri
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoKunjungan Museum Mulawarman Meningkat Saat Lebaran
-
KUTIM7 jam agoRatusan Jiwa Terdampak Kebakaran Batu Timbau
-
BALIKPAPAN1 hari agoKomisi I Terima Laporan Harga LPG 3 Kg Melonjak di Balikpapan Saat Ramadan


