GAYA HIDUP
Anak Mulai Belajar Puasa? Ini Pilihan Camilan Sehat Menurut Dokter
Bingung cari camilan sehat untuk anak yang baru belajar puasa Ramadan? Simak tips dokter pilih nutrisi tepat seperti siomay hingga buah di sini.
Momen bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi waktu yang tepat bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak berpuasa.
Karena anak-anak umumnya masih dalam tahap adaptasi dan berpuasa secara bertahap, asupan nutrisi dari menu utama hingga camilan harus diperhatikan dengan saksama agar mereka tetap bertenaga.
Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial dari RSIA Bunda Jakarta, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dilansir dari kompas.com, mengingatkan agar orang tua lebih selektif dalam memberikan camilan. Ia menekankan bahwa camilan sehat tidak boleh hanya mengandalkan karbohidrat kosong.
“Yang penting isiannya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja,” tegas Rini.
Proses belajar puasa pada anak biasanya dilakukan dalam beberapa fase, tidak langsung sehari penuh. Oleh karena itu, ketepatan waktu pemberian makan serta kualitas gizi menjadi sangat krusial untuk menjaga stamina mereka.
“Makanan yang bergizi dan higienis akan membantu anak tidak merasa lemas selama menjalani ibadah,” tambahnya.
Pentingnya Keseimbangan Gizi
Seluruh asupan yang diberikan kepada anak, baik makanan berat maupun camilan, wajib memenuhi unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Untuk camilan praktis, Rini sangat menyarankan pemberian susu dan buah segar sebagai pengganti jajanan tinggi gula.
“Susu mengandung kalsium yang baik, sementara buah memiliki macam-macam jenis vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh,” papar Rini.
Selain itu, orang tua juga bisa mengkreasikan camilan gurih yang kaya protein, seperti otak-otak, siomay, atau dimsum. Makanan olahan berbahan dasar daging ikan atau ayam ini dinilai sangat baik bagi pemenuhan gizi anak.
“Bentuk proteinnya yang diolah ya, misalnya kayak makanan otak-otak, itu kan ada karbohidrat, ada protein. Siomay boleh, tapi isinya yang benar. Seperti dimsum boleh, itu boleh diberikan. Yang penting isinya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja,” jelasnya.
Usia Ideal dan Pendekatan Bertahap
Terkait batasan usia ideal bagi anak untuk mulai berpuasa, Rini menjelaskan bahwa secara medis tidak ada patokan umur yang spesifik. “Namun jika dalam ajaran agama Islam, anak boleh berpuasa mulai usia 7 tahun,” ungkapnya.
Di luar faktor asupan gizi, pendekatan psikologis juga memegang peranan penting. Rini menegaskan bahwa proses pengenalan ibadah puasa harus dilakukan secara natural tanpa adanya tekanan.
“Orang tua tidak boleh memaksa anaknya untuk berpuasa karena butuh waktu secara bertahap sambil memberikan pemahaman dari esensi ibadah itu sendiri,” pungkas Rini. (ens)
-
LIPUTAN KHUSUS2 hari agoRumah Lunas, SHM Tak Pernah Terbit: Kisah 35 Tahun Penantian Warga Perumahan Korpri Loa Bakung
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHari Lahir Pancasila 2026, Kaltim Teguhkan Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman
-
SAMARINDA3 hari agoBelajar Pancasila dengan Cara Menyenangkan, Siswa Sekolah Rakyat Samarinda Ikut Lomba Desain hingga Kuis Kebangsaan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoRameliani Bangga Jadi Pembaca UUD 1945 di Hari Lahir Pancasila, Ajak Pemuda Jaga Persatuan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
PARIWARA2 hari agoGEAR ULTIMA Tembus Jalur Ekstrem Gunung Sinabung, Tetap Tangguh Meski Diguyur Hujan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
OLAHRAGA21 jam agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal

