Connect with us

SAMARINDA

Listrik Mati Bergilir Berlarut, HMI Samarinda Datangi PLN: Jawabannya Dinilai Mengambang

Published

on

HMI Samarinda menyampaikan tuntutan kepada PLN terkait pemadaman listrik bergilir, transparansi gangguan pembangkit, dan kompensasi bagi pelanggan terdampak. (Gio/KaltimFaktual)

Pemadaman listrik bergilir yang berlarut-larut di Samarinda kembali memicu desakan agar PLN memberikan penjelasan yang lebih terang. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda mendatangi kantor PLN dan menyampaikan tiga tuntutan, mulai dari keterbukaan penyebab gangguan pembangkit hingga kompensasi bagi pelanggan terdampak.

Namun, pertemuan itu belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang dibawa mahasiswa. HMI menilai penjelasan yang diterima masih mengambang dan belum memberikan kepastian kapan persoalan listrik di Samarinda benar-benar bisa diselesaikan.

HMI Sampaikan Tiga Tuntutan ke PLN

Perwakilan HMI Samarinda, Muhammad Sepak, mengatakan kedatangan mereka bertujuan meminta kejelasan atas gangguan pembangkit yang disebut menjadi salah satu penyebab pemadaman listrik bergilir.

Ada tiga hal yang mereka minta kepada PLN UP3 Samarinda. Pertama, transparansi mengenai penyebab gangguan pembangkit. Kedua, komitmen yang jelas untuk mengatasi pemadaman bergilir. Ketiga, kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

“Hari ini kawan-kawan yang di Samarinda datang ke kantor PLN di Samarinda membawa tiga surat. Yang pertama, kami meminta transparansi penyebab gangguan pembangkit itu apa. Yang kedua, kami meminta komitmen pihak PLN UP3 untuk mengatasi pemadaman berjenjang Samarinda. Yang ketiga, kami meminta kompensasi kepada pelanggan yang terdampak dari pemadaman bergilir,” kata Muhammad Sepak.

Menurut HMI, masyarakat membutuhkan penjelasan yang bisa dipahami, bukan sekadar informasi bahwa terjadi gangguan pembangkit. Kepastian mengenai penyebab gangguan dan langkah penanganannya dinilai penting agar pelanggan mengetahui sampai kapan harus menghadapi pemadaman bergilir.

Persoalan ini juga sebelumnya menjadi perhatian publik dan DPRD Samarinda. Pada September 2026, sejumlah pembangkit dilaporkan mengalami gangguan, sementara PLN menargetkan pemulihan pada akhir bulan tersebut. Perkembangan itu diberitakan KoranKaltim dalam laporan mengenai gangguan empat pembangkit listrik.

Di sisi lain, desakan agar persoalan pemadaman segera dituntaskan juga muncul dari DPRD Samarinda. Komisi III DPRD sebelumnya berencana memanggil PLN menyusul pemadaman yang disebut semakin sering terjadi.

Jawaban PLN Dinilai Belum Memberi Kepastian

Dalam pertemuan tersebut, pihak PLN UP3 Samarinda disebut menawarkan fasilitasi pertemuan lanjutan pada Selasa setelah waktu zuhur. Pertemuan itu diharapkan membahas lebih jauh persoalan gangguan pada empat pembangkit yang dikaitkan dengan pemadaman listrik.

Namun, bagi HMI, rencana pertemuan lanjutan belum cukup menjawab tuntutan mereka. Muhammad Sepak menilai jawaban yang diterima masih “ngawang” karena belum memberikan kejelasan yang diharapkan mahasiswa.

HMI ingin PLN menyampaikan penyebab gangguan secara transparan sekaligus menjelaskan langkah konkret untuk mengakhiri pemadaman bergilir. Mereka juga meminta kejelasan mengenai kompensasi bagi pelanggan yang mengalami dampak.

Terkait kompensasi, HMI belum menyebutkan bentuk maupun besaran yang diminta. Karena itu, tuntutan tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut, termasuk bagaimana mekanisme pemberian kompensasi apabila nantinya disetujui.

Muhammad Sepak juga menyinggung pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan gempa di Sulawesi dengan gangguan pembangkit. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, belum ada penjelasan lengkap yang dapat memastikan apakah kedua hal tersebut berkaitan.

HMI menyatakan masih mempertimbangkan langkah lanjutan apabila tuntutan mereka belum mendapat jawaban yang jelas. Salah satu opsi yang disebut ialah menggelar aksi teatrikal pada Selasa.

Hingga informasi ini disusun, belum ada kepastian mengenai bentuk akhir aksi lanjutan tersebut maupun hasil pertemuan berikutnya dengan PLN. HMI masih menunggu penjelasan yang lebih konkret mengenai penyebab gangguan, komitmen pemulihan pasokan listrik, dan kompensasi bagi pelanggan terdampak. (Gi/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER