SAMARINDA
APBD-P Samarinda Naik Rp4,7 Triliun, 80 Persen untuk Pembangunan Fisik
APBD Samarinda tahun 2023 yang sebelumnya sebesar Rp3,9 triliun, naik menjadi Rp4,7 triliun. Dari angka itu, 80%-nya dialokasikan untuk pembangunan fisik. DPRD mengkritisi kebijakan ini.
Wali Kota Samarinda bersama DPRD telah mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan (APBD-P) untuk tahun 2023, Jumat, 1 September di Gedung DPRD Kota Samarinda. Diketahui, angkanya naik menjadi Rp4,7 triliun. Dana itu akan digunakan untuk pekerjaan Pemkot Samarinda sampai akhir tahun ini, menuntaskan berbagai program yang belum selesai.
Jamak diketahui, saat ini pembangunan infrastruktur memang tampak di berbagai penjuru kota. Mulai dari revitalisasi pasar, perbaikan jalan, hingga drainase. Untuk itulah alokasi terbesar penggunaan dana diproyeksikan untuk menggenjot pembangunan fisik, yakni sebesar 80%.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sani memberi respons agar Pemkot Samarinda mempertimbangkan pengalokasian dana mengingat angka stunting di Samarinda masih tinggi.
“Ini jadi paradoks. APBD tinggi, tapi stunting juga tinggi. Harusnya kalau banyak uang kan nggak ada yang stunting,” jelas Sani setelah Paripurna.
Sani mengungkapkan, secara data, perumpamaannya 1 dari 4 bayi yang baru lahir terkena stunting alias kurang gizi.
Berkaca ke Negeri Sakura
Menurut Sani, pembangunan manusia diperlukan untuk menghasilkan generasi berkualitas, tak kalah penting dibanding dengan pembangunan secara fisik.
“Gimana kita mau bangun SDM kalo banyak yang stunting. Uang susunya lari ke aspal, ke semen. Kan isi kepala kita nggak bisa dikasi semen,” sindirnya.
Sani menyebut, mumpung ada dana, bisa lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dimulai dari membenahi stunting. Karena jika pembangunan manusianya berhasil, maka pembangunan kota secara fisik akan lebih mudah untuk berhasil.
Pembangunan manusia, menurut Sani, dampaknya bisa jangka panjang dibanding pembangunan fisik. Bahkan esensi dari pembangunan kota adalah pembangunan manusia itu sendiri.
“Kalau fisik paling 10 tahun hancur, 20 tahun hancur. Kalau warganya berkualitas bisa membangun kota seterusnya. Itu jadi landasan, mau jadi kota peradaban, kan warganya harus berkualitas,” tambahnya.
Sani mengajak bercermin pada negeri Sakura. Alias Negara jepang yang dikenal maju baik secara manusia maupun bangunannya.
“Jepang hancur yang ditanya para guru. Berapa guru yang tersisa. Itu kiasan untuk kembali membangun generasi unggulan di masa datang,” pungkasnya. (*/ens/adm)
-
OLAHRAGA4 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
-
SAMARINDA2 hari agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
-
PARIWARA4 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBanyak Kendaraan Perusahaan Masih Pakai Pelat Luar Kaltim, Diminta Segera Ganti KT
-
OLAHRAGA4 hari agoBorneo FC Bawa Modal 5 Gol ke Markas PSS, Tapi Ada Tantangan yang Menanti
-
NUSANTARA2 hari agoEmpat Bocah Samarinda dan Seekor Bekantan: Kisah Kecil yang Mengajarkan Arti Peduli
-
OLAHRAGA3 hari agoMenang di Kandang PSS, Mauro Jeronimo Ungkap Pekerjaan Rumah Borneo FC

