SEPUTAR KALTIM
Diskominfo Kaltim Tegaskan Penyandang Disabilitas Punya Hak Sama dalam Kewirausahaan Digital

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim menegaskan penyandang disabilitas punya hak yang sama untuk berkompetisi dalam kewirausahaan digital.
Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal saat memberikan materi Pelatihan Pengenalan Teknlogi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi wanita, anak sekolah, dan penyandang disabilitas di Kaltim.
Pelatihan ini diselenggarakan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin, Rabu (21/9/2022).
Kata Faisal, kelompok disabilitas memiliki hak yang sama dalam meningkatkan kualitas diri dan taraf hidup. Sesuai amanat Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945, yang berbunyi “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”.
Menurutnya dalam era digitalisasi industri saat ini kelompok disabilitas juga memiliki peluang besar dalam berkompetisi di bidang kewirausahaan digital.
“Saat ini perkembangan transformasi digital tengah melaju pesat di Indonesia. Tak kurang dari 190 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet aktif,” sebut Faisal.
Peluang itu, sambungnya, bisa dimanfaatkan dalam pengembangan bisnis dan industri secara digital. Dia pun menyampaikan beberapa kisah sukses para pelaku usaha yang berhasil mengembangkan bisnis melalui digital marketing.
Salah satunya adalah Irwan Wiryadinata, pemuda asal Samarinda yang berhasil menjual kostum super hero hingga diekspor ke berbagai negara.
“Dengan digital, anak Samarinda bisa jualan ke seluruh dunia. Tanpa digital, tidak mungkin kita bisa menjual produk sampai ke luar negeri. Ini lah keuntungan digitalisasi industri,” beber Faisal.
Keuntungan berwirausaha secara digital juga mempermudah para pelaku usaha yang baru memulai bisnis. Karena dapat memperkecil kebutuhan modal. Lantaran tidak perlu menyiapkan tempat, menyewa toko, atau pun menyetok produk. Cukup mempromosikan produk secara online.
“Jualan online, tidak perlu stok. Cukup main gambar dan video, ketika orang pesan baru siapkan. Modal dikit cuan gede. Itu keuntungan jualan online,” paparnya.
Apalagi dewasa ini digitalisasi industri telah menjadi tren dan budaya baru di Indonesia. Indonesia bahkan menempati urutan kedua sebagai negara yang memiliki bisnis startup terbanyak kedua di Asia, setelah India.
Selama masa pandemi pun, tumbuh banyak peluang bisnis baru yang bisa dikembangkan. Seperti kuliner, elektronik, pertanian, obat-obatan dan sebagainya.
“Saat Covid-19, banyak orang kerja dari rumah dan pembelajaran jarak jauh. Laptop laku, webcam, kuota, dan pulsa laris. Timbul peluang usaha baru. Ini bisa dimanfaatkan Bapak dan Ibu,” ujar Faisal.
Karenanya kelompok disabilitas ini diharapkan dapat memanfaatkan peluang bisnis digital ini secara optimal. Supaya bisa meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi. (redaksi/ADV DISKOMINFO KALTIM)
-
PASER4 hari agoSambangi Korban Kebakaran di Muara Adang Paser, Gubernur Rudy Mas’ud Salurkan Bantuan Saat Safari Ramadan
-
PARIWARA5 hari agoSteal The Show! Warna Special Edition Fazzio Hybrid Starry Night Siap Jadi Spotlight Utama Anak Muda Skena
-
PARIWARA4 hari agoSempurnakan Perjalanan Menuju Hari Raya, Bersama Sparepart, Oli Asli, dan Apparel Spesial dari Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKondisi Geopolitik Timur Tengah Masih Memanas, Calon Jemaah Umrah asal Kaltim Diimbau Tunda Keberangkatan Demi Keamanan
-
PARIWARA3 hari agoBukan Tantangan Berat! Berikut Tips Berkendara Motor Bikin Tetap Aktif Bermobilitas Saat Berpuasa
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoBukber Sambil Wisata di Tepian Mahakam, MLG Samarinda Sediakan Paket Prasmanan Cuma Rp30 Ribu
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoImbas Tren Ramadan dan Harga Emas, Inflasi Kaltim Februari 2026 Sentuh 0,60 Persen
-
Nasional1 hari agoImbas Konflik Timur Tengah, Kepulangan 158 Jemaah Umrah RI Tertunda di Makkah dan Jeddah

