Connect with us

OLAHRAGA

Gol Borneo FC Paling Banyak, tapi Milo Masih Gelisah

Published

on

borneo fc serang
Pato dkk diharapkan tak buang-buang peluang lagi di pertandingan mendatang. (MO/BFCS)

Fakta bahwa Borneo FC berstatus tim yang paling sering bikin gol. Dalam 10 laga perdana BRI Liga 1 musim ini. Tak membuat Milomir Seslija lega. Loh, kenapa memangnya?

Satu hal yang bikin pendukung Borneo FC Samarinda senang musim ini. Tak lain karena kegacoran lini serang Pesut Etam. Tak pernah absen bikin gol tiap laganya. Bahkan sampai pekan kesepuluh. Pasukan Samarinda menjadi tim paling produktif di antara semua kontestan BRI Liga 1.

Borneo FC tercatat sudah bikin 23 gol sejauh ini. Mengungguli Bali United (21), dan MU serta Persib (19). Matheus Pato pun sedang memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara dengan 9 gol. Sementara penyerang pelapis, Nur Hardianto, masuk dalam jajaran penyerang lokal paling gacor (4 gol).

Baca juga:   Head to Head: Borneo FC Lebih Perkasa dari Persikabo

Meski begitu, Milo rupanya tak terlalu gembira dengan pencapaian ini. Sebabnya, Pato dkk masih suka buang peluang. Tidak efektif di momen genting. Sehingga kerap tak mampu mengimbangi jumlah kebobolan mereka. Di mana Borneo FC adalah tim paling banyak kebobolan dari tim 6 besar.

Karena itu, pada masa jeda kompetisi kali ini. Milo secara intensif menggeber latihan serang Pesut Etam. Agar saat lawan Madura United yang baru kebobolan 5 kali. Pasukan Samarinda tidak buang-buang peluang berujung hasil minor lagi.

“Efektifitas taktik lini depan akan lebih dipertajam lagi, karena masih banyak peluang yang diperoleh belum dapat diselesaikan dengan baik. Di jeda kompetisi ini akan jadi kesempatan untuk pembenahan dua sektor tersebut,” ujar asisten pelatih Miftahudin Mukson, Selasa.

Baca juga:   Kei Hirose Mendadak Disanksi, Borneo FC: Ini Penzaliman!

Di luar itu, Miftahudin menambahkan jika Borneo FC harus memiliki perbendaharaan taktikal yang banyak. Sebab, musim ini kekuatan tim BRI Liga 1 cenderung merata.

“Makanya kami harus adaptif dengan situasi yang berkembang, baik kekuatan lawan maupun penyesuaian pada jadwal kompetisi,” tuntasnya. (DRA)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.