SAMARINDA
Kondisi Genangan Abadi di Perjuangan 8 Samarinda: Air Tak Pernah Surut, Jalan Licin, dan Berlumut
Warga Perjuangan 8 tengah menanti perhatian Pemkot Samarinda. Karena selama 2 tahun terakhir, terdapat genangan abadi yang menutupi lebar jalan. Kondisi jalannya pun licin dan berlumut, imbas luapan selokan yang buntu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda selama 3 tahun terakhir tengah gencar melakukan perbaikan saluran drainase. Sebagai upaya dari pengendalian banjir yang terjadi selama bertahun-tahun.
Berbagai ruas jalan kena bongkar, beberapa titik yang sudah tersentuh terdampak cukup signifikan. Titik-titik banjir mulai berkurang, meski beberapa masih ada yang tergenang, namun cepat surut. Tidak selama biasanya.
Namun kondisi berbeda tampak di Jalan Perjuangan 8, Sempaja Selatan, Samarinda. Terdapat satu titik genangan abadi di jalan itu, yang sudah ada sejak lama. Genangannya bahkan memenuhi lebar jalan dari cor itu.
Genangan tersebut sangat mengganggu warga setempat. Sebab jalan itu termasuk jalan utama warga. Meski memang, intensitas kendaraan di sana tidak terlalu tinggi.
Tinggi genangannya, setara dengan ketinggian air di selokan. Air berwarna keruh dan gelap, mengendap lama. Tidak ada tanda-tanda mengalir. Pun dasar jalan yang terendam air, terasa licin dan berlumur.
Belum lagi terdapat retakan jalan di tengah, warga yang kerap melintas, sering mengakses pinggiran jalan yang retaknya tidak terlalu parah. Sementara yang baru melintas, menjadi terkejut dengan patahan jalan tersebut.
2 Tahun Tak Ter-cover Probebaya
Menurut seorang warga bernama Mikel, yang rumahnya berada di dekat genangan tersebut. Mengaku kondisinya semakin parah ketika hujan. Air semakin naik, pun ketika surut hanya sedikit berkurang.
“Kalau misal hujan, ya kayak gini, genang terus, makin naik air. Karena paretnya rendah dan buntu. Kalau surut sih pernah, tapi dikit-dikit terus naik lagi airnya,” jelasnya keyika ditemui Kaltim Faktual di rumahnya pada Senin, 19 Agustus 2024.
Mikel menyebut, sudah ada obrolan dengan RT, namun informasi yang diterimanya, tidak ada dana yang meng-cover perbaikan. Dana Probebaya pun kemudian dipertanyakan. Alhasil obrolan itu, belum menghasilkan aksi apapun sejauh ini.
“Omongannya ya dananya aja sih yang belum ada. Nggak pernah ada kayak mau ngerjakan atau gimana sih.”
Dampak Pertumbuhan Permukiman

Mikel yang sudah tinggal selama sekitar 22 tahun di daerah itu merasa genangan itu muncul selaras dengan pertumbuhan bangunan rumah di kawasan itu.
Bahkan Mikel juga sudah sempat melakukan upaya pembersihan. Namun upayanya itu tidak membuahkan banyak hasil. Sehingga memang perlu perbaikan menyeluruh.
“Beberapa ojol lewat tu ada yang hampir jatuh. Emang ngebahayain sih.”
“Harapannya semoga ada perkembangan, bisa segera diperbaiki soalnya udah mau dua tahun eh gini terus,” pungkasnya.
Dikira Tergenang cuma Pas Hujan
Terpisah seorang warga baru di Jalan Perjuangan 8, Imah, mengaku terkejut ketika melintasi genangan abadi tersebut. Sebab jalannya terasa licin, ditambah retakan jalan yang sangat terasa membuatnya hampir jatuh.
“Kaget sih, soalnya kirain awalnya karna hujan, ternyata pas nggak hujan masih tergenang, pas hujan makin tinggi, nggak surut-surut.”
“Terganggu banget, soalnya satu jalan doang. Ke pinggir tetap (air) kena motor, apalagi ada pecahan, bisa bikin jatuh kalo nggak tahu. Kalau mau muter pun jauh,” tambahnya.
Imah berharap genangan abadi bisa segera diatasi agar aktivitas dan mobilitas warga bisa lancar kembali. (ens/fth)
-
OLAHRAGA4 hari agoMasuki Etape Ketiga, MAXI Tour Boemi Nusantara Jelajahi Surga Wisata di Pintu Gerbang Sumatera
-
BALIKPAPAN2 hari agoMulai 2027, Anak Masuk SD di Balikpapan Wajib Punya Ijazah PAUD
-
PARIWARA2 hari agoEra Baru Skutik Premium, MAXi Race Ramaikan Kejurnas Motoprix 2026
-
NUSANTARA2 hari agoBabak Akhir Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda, Bandar dan Oknum Polisi Berhasil Diciduk
-
NUSANTARA1 hari agoMAXi Tour Boemi Nusantara Lampung Ungkap Surga Wisata dan Jalur Touring Menantang di Sumatera

