Connect with us

SAMARINDA

Operasi Pasar Murah Minyak Goreng, Wali Kota Samarinda Ikut Jualan

Published

on

Wali Kota Samarinda Andi Harun ikut berjualan di operasi pasar murah minyak goreng. (istimewa)

Wali Kota Samarinda Andi Harun kembali terjun langsung ke masyarakat memantau pelaksanaan gelar Operasi Pasar (OP) minyak goreng curah berharga murah. Kali ini Wali Kota pun kembali ikut ‘berjualan’ melayani warga. Begitu pula putranya Andi Muhammad Afif Rayhan Harun yang juga anggota Komisi I DPRD Samarinda ikut menjual minyak termasuk Asisten I Setda Samarinda Ridwan Tasa.

Operasi Pasar minyak goreng curah dengan harga Rp 14 ribu per liter ini digelar di Gang KNPI kelurahan Sungai Pinang Dalam kecamatan Sungai Pinang, jalan Kemakmuran, Jumat (13/5/2022).

“Di sejumlah titik masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dirasa masih ada daerah-daerah yang kesulitan minyak goreng. Di kota Samarinda, memang sudah tidak langka, tapi masih banyak warga yang membutuhkan minyak goreng dengan harga murah dan dimana hari ini untuk warga Gang KNPI dan sekitarnya sebanyak 4.000 liter kita edarkan, masing-masing warga kita beri 3 liter dengan harga Rp 14 ribu per liter,” ucap Andi Harun.

Dia mengatakan akan terus menyalurkan minyak goreng curah. Dan akan masih berlanjut dengan alokasi yang akan datang sebesar 500 ton. Dimana sebelumnya Operasi Pasar minyak goreng curah juga gencar dilakukan saat bulan Ramadan lalu.

“Ini bentuk intervensi pemerintah dalam rangka masyarakat mendapatkan minyak goreng lebih murah daripada harga minyak kemasan di luaran. Kami bekerja sama dengan PT Rajawali dan Perusda Varia Niaga milik pemerintah kota Samarinda, selain melaksanakan fungsi bisnis, juga melaksanakan fungsi sosial dan pelayanan masyarakat,” kata Andi Harun.

Dia berharap masyarakat senang dengan program operasi pasar yang dilaksanakan Dinas Perdagangan ini.

“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas yang ada di masyarakat. Setiap ada gejolak kenaikan harga maupun kelangkaan barang, arahan saya jelas agar pemerintah bisa melakukan intervensi membantu masyarakat,” tegas Andi Harun.

Anggota DPRD Samarinda Afif Rayhan mengapresiasi responsif dan kepekaan pemerintah dalam menghadapi gejolak di masyarakat, terlebih urusan minyak goreng yang menjadi salah satu kebutuhan penting warga.

“Tidak semua warga mampu membeli minyak goreng premium yang harganya dua kali lipat bahkan lebih dari minyak goreng curah ini. Apalagi saat ini kita masih terus berupaya bangkit dari keterpurukan ekonomi imbas dari badai Covid-19,” tegas Afif dari Daerah Pemilihan Samarinda Utara dan Sungai Pinang.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Marnabas Patiroy membenarkan operasi pasar akan terus dilaksanakan sesuai arahan dari wali kota.

“Pak Wali melihat ada sebagian dari warga yang tidak bisa menjangkau minyak goreng bermerk atau premium. Maka kita diperintahkan untuk bekerjasama dengan PT Rajawali dan Perusda Varia Niaga untuk mendistribusikan minyak goreng curah sampai ke titik distribusi terdepan. Artinya, beliau tidak ingin diserahkan ke pihak kedua dan ketiga sehingga bisa terjadi lagi lonjakan harga,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, wali kota maunya warga menerima harga per liternya Rp14 ribu, sementara pantauan di daerah lain ada yang harganya mencapai Rp15.500 per liter.

“Pak wali tidak mau, harus Rp14 ribu per liter. Sementara biaya operasional oleh tim Dinas Perdagangan yang melakukan pendistribusian tiap kegiatan operasi pasar, dibantu pribadi oleh beliau. Sehingga tidak menimbulkan biaya tinggi dan harga jual tetap Rp 14 ribu,” ungkap Marnabas

Dia menjelaskan untuk biaya operasional anggarannya belum dianggarkan sehingga dibantu pribadi wali kota. Marnabas juga mengungkapkan awalnya warga Gang KNPI dijatah hanya 2 liter per orang, namun oleh wali kota secara spontan tadi menambahkan 1 liter sehingga semuanya menjadi 3 liter. (redaksi)

Bagikan

advertising

POPULER