POLITIK
Sebelum Membelot ke Rudy-Seno, Rusmadi Dikabarkan sejak Lama Tak Akur dengan Internal PDIP
Alih-alih mendukung Isran-Hadi yang diusung PDIP. Rusmadi justru terlibat dalam kampanye Rudy-Seno. Aksinya mendapat reaksi keras dari partainya, kabar tidak akurnya Plt wali kota Samarinda dengan internal PDIP pun mengemuka.
Setelah menduduki jabatan tertinggi ASN di Kaltim, yakni Sekdaprov. Rusmadi meninggalkan dunia birokrasi dan terjun ke politik pada 2018. Ia lalu bergabung ke PDIP, untuk menjadi calon gubernur Kaltim kala itu, berpasangan dengan Safaruddin.
Kalah dari Isran-Hadi, Rusmadi bermanuver ke Pilkada Samarinda untuk menjadi calon wakilnya Andi Harun. PDIP kembali mengusungnya, bersama Gerindra, PKS, NasDem, PKB, PPP, dan Hanura.
Lanjut ke Pilkada 2024, Rusmadi ‘pisah ranjang’ dengan Andi Harun. Dan berniat menjadi calon wali kota, menantang tandemnya. Ia melamar ke penjaringan PDIP, tapi partai berlambang banteng menjatuhkan pilihan ke Andi Harun.
Rusmadi Dukung Rudy-Seno
Saat ini, sisa menghitung bulan Rusmadi akan menanggalkan status wakil wali kotanya. Untuk sementara, ia menggantikan tugas Andi Harun yang sedang cuti.
Namun hal mengejutkan terjadi, ia kembali bermanuver dengan mendukung lawan politik PDIP di Pilkada Kaltim. Yakni paslon 02 Rudy Mas’ud-Seno Aji. Berdasar jejak digital yang beredar, ia tampak hadir dalam 2 sesi kampanye Rudy-Seno di Samarinda.
Tim pemenangan Isran-Hadi pun tak terima, dan melaporkannya ke Bawaslu Kaltim pada Senin 29 Oktober kemarin. Bukan perkara partainya, tapi karena terlibat kampanye saat sedang menjabat sebagai pemimpin pemkot.
Tim Hukum Paslon 01 Isran-Hadi, diwakili oleh Roy Hedrayanto, menganggap langkah yang dilakukan Rusmadi telah mengindikasikan adanya pelanggaran. Melanggar aturan Pemilu merujuk Pasal 282 UU Nomor 7 Tahun 2017.
Meski Rusmadi sendiri telah mengonfirmasi jika ia ikut kampanye pada hari libur. Soal pilihan politik, ia merasa bebas menentukannya sendiri.
Tak Akur dengan PDIP
Roy Hedrayanto yang juga merupakan pengurus DPD PDIP Kaltim mengaku kecewa dengan sikap Rusmadi. Menurutnya, akan lebih baik jika Rusmadi mengakhiri masa kepemimpinannya di Samarinda dengan baik. Karena pada periode berikutnya, ia tak lagi mentas di Pilkada karena gagal meraih perahu politik.
“Apalagi sebentar lagi adalah lengser. Sebentar lagi ganti wali kotanya. Harusnya Pak Rusmadi legowo dong, meninggalkan (jabatan) yang baik lah,” jelas Roy Senin, 28 Oktober 2024 di Kantor Bawaslu.
“Kita tidak peduli siapa yang menang, walupun pasti 01 yang menang,” sambung Roy.
Roy menyebut, sebagai kader PDIP, Rusmadi juga tidak terlalu aktif dalam kegiatan partai. Dalam beberapa rapat internal partai, wawali tidak pernah terlihat menghadiri. Sehingga hubungan di internal menjadi tidak begitu baik.
“Makanya jangan salahkan waktu itu ada pernyataan ketua kami DPD Kaltim, ‘titik-titik KTP’. Itu yang disematkan kepada Rusmadi. Pada saat pilkada baru datang. Kalau di internal partai jelas kami tidak mengkhawatirkan Pak Rusmadi,” kata Roy.
Kejadian ini, kata Roy, mengingatkannya pada masa setelah Pilkada Kaltim 2018 dan sebelum Pilkada Samarinda 2020. Setelah Pilkada Kaltim, Rusmadi dikabarkan membelot ke NasDem, tapi jelang pemilihan wali kota, ia kembali ke pangkuan PDIP.
“Masih kader, katanya. Masih kader, katanya. Tapi kader-kader yang begini yang ….”
“Nanti akan kita bahas apakah kita pecat atau tidak. Toh nggak ngaruh juga, sebentar lagi lengser,” pungkasnya ketus. (ens/fth)
-
HIBURAN5 hari agoBanjir Konser Awal Tahun di Balikpapan, ini Jadwal Manggung Nadin Amizah hingga Fiersa Besari
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoMenuju HUT ke-69 Benua Etam, Pemprov Kaltim Matangkan Persiapan Pekan Raya untuk Pekan ini
-
MAHULU3 hari agoBuka Isolasi Mahulu, Pembangunan Bandara Ujoh Bilang Sudah 89 Persen Ditargetkan Beroperasi Februari 2026
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDampak Siklon Tropis Jenna, BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang di Kaltim Sepekan ke Depan
-
GAYA HIDUP3 hari agoKaltim Diprediksi Hujan Berangin Pekan ini, Berikut Tips Jaga Kesehatan Wajib
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Kebut Cetak Sawah 20 Ribu Hektare, Targetkan Swasembada Pangan Mandiri pada 2026
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoBawa 57 Mobil Dinas untuk Kunker, Rombongan Gubernur Kaltim Cek Jalan Rusak hingga Mahulu
-
BERITA4 hari agoBukan Pandemi Baru, Ini Fakta “Superflu” yang Bikin Kasus Rawat Inap di AS Melonjak

