SEPUTAR KALTIM
Tantangan Pengangguran Bonus Demografi, Darlis Sebut Pemuda Harus Melek untuk Buka Lapangan Kerja
Indonesia dihadapkan pada bonus demografi. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi mengimbau agar mindset pemuda tidak hanya fokus pada mencari kerja, namun juga menciptakan lapangan pekerjaan.
Menurut Badan Pusat Statistika (BPS), pada tahun 2012 hingga 2035, Indonesia diperkirakan memasuki masa bonus demografi. Artinya, penduduk Indonesia didominasi mereka yang berada di usia produktif, yaitu 16-30 tahun.
Seiring dengan jumlah pemuda yang dua kali lebih besar dibanding penduduk dengan usia anak dan lanjut usia ini juga diikuti oleh kekhawatiran akan meningkatnya jumlah pengangguran. Ini diakibatkan karena lapangan pekerjaan yang semakin sempit dan persaingan kerja yang semakin sengit.
Pemuda Sebaiknya Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Muhammad Darlis Pattalongi, mengimbau agar para pemuda tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi mulai membangun jiwa kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja.
“Mindset pemuda juga harus dibuka. Jangan semata-mata ingin bekerja, tapi bagaimana menciptakan lapangan kerja. Kalau semakin banyak pemuda yang punya pola pikir seperti itu, ke depan kita tidak akan lagi mengeluh tentang terbatasnya lapangan kerja,” ujar Darlis.
Ia menambahkan bahwa jika perubahan pola pikir ini terjadi secara masif, maka bukan tidak mungkin ke depan situasinya akan berbalik.
“Justru nanti lapangan kerja yang mencari tenaga kerja, bukan tenaga kerja yang mencari lapangan kerja,” lanjutnya.
Peran Pemerintah, Pendidikan, dan Keluarga
Darlis menekankan bahwa perubahan mindset tidak bisa dibebankan hanya pada pemerintah. Semua pihak, termasuk lembaga pendidikan dan keluarga, harus ikut terlibat.
“Tentu tidak cukup hanya pemerintah. Lembaga pendidikan harus berperan aktif. Orang tua juga harus berpikir anaknya sekolah supaya bisa menciptakan pekerjaan, bukan sekadar cari kerja,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Darlis secara rutin melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan. Melalui sosialisasi perda ini, pemuda diharapkan mendapat bekal pengetahuan dan keterampilan untuk mempersiapkan masa depan yang mandiri dan tangguh.
“Kalau kita bisa dorong ini bersama, maka kita akan mencetak generasi muda yang tak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan perubahan,” tutup Pria Politisi PAN itu. (tha/sty)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
BALIKPAPAN3 hari agoYamaha Gelar Pengundian Bombastis, Empat Pelanggan dari Balikpapan hingga Banjarbaru Bawa Pulang Motor

