SAMARINDA
Disperindagkop UKM Kaltim Dapati Air Kemasan Ilegal di Samarinda, Pelaku Sudah Dapat Teguran
Disperindagkop UKM Kaltim belum lama ini mendapati air kemasan yang ilegal di Kota Samarinda. Pemilik sudah dipanggil dan ditegur. Pemerintah bakal memperketat pengawasan hingga ancaman pencabutan izin.
Proses produksi air minum untuk galon isi ulang dengan air mineral dalam kemasan tentu berbeda. Mulai dari sumber air bersih, proses produksi, legalitas, pengujian kelayakan, proses pengemasan, skala bisnis, hingga harga jual.
Air minum isi ulang, diketahui biasanya berasal dari sumber air bersih yang telah melalui proses filtrasi untuk memastikan kualitasnya. Kemudian diisikan pada wadah atau galon yang dipakai berulang.
Sementara air mineral dalam kemasan, melalui proses yang lebih panjang lagi. Biasanya berasal dari berbagai sumber, seperti mata air alami, sumur bor, hingga air proses penyulingan atau demineralisasi. Tahapan pengolahan dan produksinya harus melalui proses yang lebih panjang dan uji kelayakan yang lebih ketat. Termasuk harus berstandar SNI.
Temuan Air Mineral Ilegal di Samarinda
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kaltim Heni Purwaningsih menyebut pihaknya telah mendapati temuan adanya produk air mineral dalam kemasan yang ilegal.
Temuan itu atas suatu merek air mineral di Samarinda. Isi air sebetulnya merupakan air isi ulang. Kemudian diberi segel dan merek sendiri seolah air mineral dalam kemasan.
“Ini kami temui air isi ulang tapi dengan galon yang ada mereknya dia. Kalau kita lihat air mineral itu kan wajib SNI, pasti ada logo SNI. Yang bersangkutan ini, dia membuat galon diisi air isi ulang, disegel lalu di-brand,” kata Heni Senin 23 Desember 2024 saat Jumpa Pers Diskominfo Kaltim di Hotel Mercure Samarinda.
Disperindagkop UKM langsung memanggil pemilik merek tersebut kemudian menyampaikan teguran dan memberikan rekomendasi. Heni menyebut pelaku mau melaksanakan catatan dari pemerintah.
Setelah itu, Disperindagkop UKM terus melakukan pengawasan. Terutama agar tidak dilakukan lagi pembuatan air mineral dalam kemasan menggunakan air isi ulang yang jelas berbeda secara kualitas. Jika kembali terjadi, maka ancaman pencabutan izin dan sanksi lain sudah menanti.
“Ya kita tidak proses lebih lanjut. Sehingga kita hanya monitor apakah catatan dan rekomendasi kita sudah dilaksanakan. Kalau kembali melanggar, kita akan sampaikan rekomendasi kepada (pemerintah) kabupaten/kota.”
“Karena di situ ada wewenang pemerintah kabupaten/kota, misalnya pencabutan izin, penerapan sanksi administrasi, dan lainnya.”
Heni mengaku pengawasan masif dan menyeluruh memang masih sangat kurang. Sehingga pemerintah provinsi Kaltim, minta agar pemerintah atau dinas terkait di kabupaten/kota bersinergi dengan pemerintah provinsi untuk pengawasan.
Sebab dalam fungsi pengawasan, Disperindagkop UKM tak bekerja sendirian. Terkadang pengawasan terpadu dilakukan bersama BPOM, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pangan dan lainnya. Dengan adanya sinergi yang baik, kualitas dan legalitas produk bisa semakin terjamin.
“Kalau dia sudah mengeluarkan brand harus tunduk pada aturan tertentu, harus ngurus SNI, ISO, macem-macem. Jadi harus berhati-hati,” pungkasnya. (ens)
-
BALIKPAPAN4 hari agoSambut Wajib Belajar 13 Tahun, Balikpapan Perbanyak PAUD Negeri di Kawasan Strategis
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoIKG Kaltim 2025 Turun, Ketimpangan Gender Membaik Berkat Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan
-
HIBURAN4 hari agoMAXi Yamaha Day 2026 Pecah di Bone, Ribuan Riders Sulawesi Rayakan Spirit “More Than Ride”
-
SAMARINDA4 hari agoPenyalahgunaan Obat Tertentu Jadi Pintu Masuk Narkoba, BNN Samarinda Ingatkan Ancaman Serius
-
HIBURAN3 hari agoReview Film Badut Gendong: Teror Kelam dari Luka Manusia yang Tak Pernah Selesai
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoCIMB Niaga Permudah Layanan Nasabah, Ask OCTO Kini Bisa Diakses 24 Jam Bebas Pulsa
-
POLITIK4 hari agoTokoh Adat Kutai Kritik Audiensi Rudy Mas’ud, Soroti Etika Dialog dan Aspirasi Infrastruktur Kaltim
-
POLITIK4 hari agoAudiensi Massa Aksi “215” dengan Rudy Mas’ud Memanas, Gaya Komunikasi Gubernur Jadi Sorotan

