SAMARINDA
Fenomena Ikan Teler di Sungai Karang Mumus Bukan untuk Dirayakan, Justru Itu Adalah Peringatan
Kemunculan banyak ikan patin secara tiba-tiba di permukaan Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda membuat warga berduyun-duyun memancingnya. Seolah mendapat rezeki besar. Padahal menurut pemerhati lingkungan, itu ada pertanda bahwa SKM sedang tidak baik-baik saja.
Warga Samarinda bernama Ismail, pergi ke tepi SKM untuk memancing pada Selasa, 14 Mei 2024. Dia sedikit bersemangat karena di depannya, banyak ikan sedang bermunculan. Ismail tidak sendiri, masih banyak warga lain yang memanfaatkan fenomena unik ini untuk menguji keberuntungannya dalam memancing.
“Biasanya Sungai Karang Mumus tidak seperti ini, tapi tiba-tiba airnya hijau dan banyak ikan patin,” katanya, mengutip dari Antara, Rabu 15 Mei 2024.
Meski berpikir ada yang tidak beres dari air yang mendadak berubah warna, serta ikan yang bermunculan. Para warga tetap terlihat bahagia.
Penjelasan Fenomena Ikan Teler di SKM
Pemerhati lingkungan Samarinda, Yustinus Sapto Hardjanto menjelaskan, bahwa perubahan warna air ini adalah proses alami yang lazim disebut blooming. Itu adalah situasi mekarnya algae hijau-biru yang membuat ikan teler. Karena kekurangan oksigen dan paparan zat beracun.
“Fenomena ini memang menarik secara visual, namun dapat menimbulkan dampak negatif pada ekosistem sungai. Algae yang mekar dapat melepaskan racun, mengurangi kadar oksigen terlarut dalam air, dan menurunkan pH, yang berpotensi membahayakan kehidupan biota air,” jelas Yustinus.
Peringatan dari Alam
Alih-alih untuk dirayakan, fenomena ini justru terlihat seperti peringatan dari alam. Blooming adalah tanda jika mutu air Sungai Karang Mumus tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan untuk mandi manusia dan hewan saja tidak layak.
“Kualitas air yang menurun menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam ekosistem sungai,” lanjut Yus.
Karena itu, ia menyarankan agar Pemkot Samarinda segera melakukan pengujian terhadap mutu air. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Meski Yus bilang, kalau blooming akan menghilang sendirinya saat ada air baru. Seperti hujan deras yang membuat debit air meningkat.
Turunnya hujan memang akan membuat keseimbangan ekosistem air SKM kembali terjadi. Namun itu hanya jangka pendek. Yus mengingatkan bahwa pemkot mesti membenahi area resapan air, serta melakukan normalisasi bantaran SKM dengan membuatnya alami, yakni dengan ditumbuhi rerumputan atau pohon khas tepi sungai. Bukan semen. (dra)
-
HIBURAN4 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
BALIKPAPAN5 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
KUKAR4 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA1 hari agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA1 hari agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKarhutla Kaltim, Peneliti Ungkap Tradisi Bakar Ladang Dayak Punya Aturan Ketat
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKarhutla Kaltim Meluas, BPBD Akui Sulit Cari Sumber Air untuk Pemadaman

