PARIWARA
Peserta PJTD LPM Sketsa Unmul Lebih dari Target, Pendaftaran Ditutup Lebih Cepat
LPM Sketsa Unmul baru saja memperpanjang masa pendaftaran PJTD 2024 selama 2 hari. Namun karena jumlah peserta membeludak, pendaftarannya ditutup lebih cepat. Peserta terbatas agar pelatihan berjalan lebih efektif.
Tahun ini, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD). Pelatihan akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Agustus 2024 mendatang.
Mengusung tema “Fundamentals of Journalism: Crafting the Future of News.” Pelatihan menitikberatkan pada topik utama yang menggabungkan kurikulum Wacana Pers dan Teknik Penulisan Berita.
Ini merupakan pelatihan yang mengajarkan materi jurnalistik tingkat dasar. Pas untuk siswa, mahasiswa, dan siapapun yang penasaran atau ingin belajar mengenai bidang jurnalistik. Atau bahkan ingin menjadi seorang jurnalis dan berkarier di media.
PJTD LPM Sketsa yang akan berlangsung pekan ini, digelar di gedung I-Lab (Integrated Laboratory) Jalan Long Apari Unmul. Menghadirkan dua jurnalis sebagai pemateri yang berorganisasi di AJI Samarinda.
Ketua Panitia PJTD LPM Sketsa Unmul 2024 Selma Mela Elyani menjelaskan nantinya akan terdapat 2 sesi utama. Sesi pertama berisi pemaparan materi dan tanya jawab, lalu dilanjutkan praktik menulis berita.
“Output yang kami inginkan, peserta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang inovatif, beretika, dan relevan,” jelasnya ketika dihubungi Kaltim Faktual Selasa, 20 Agustus 2024.
Peserta Membeludak
Lanjut Selma, pendaftarannya sendiri sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu. Untuk tiket normal, pendaftaran sudah ditutup sejak 19 Agustus kemarin. Panitia lalu memperpanjang pendaftaran selama 2 hari, tanggal 20-21 Agustus 2024.
Namun belum sampai deadline, perpanjangan pendaftaran ditutup lebih cepat. Kata Selma sudah melebih target. Pada hari pertama pendaftaran, hari ini, antusiasme sangat tinggi dan pembelian tiket membludak.
Selma mencatat, targetnya ada 50-80 peserta. Ketika diperpanjang, banyak dari guru-guru sekolah SMA yang membeli tiket langsung dalam jumlah banyak 10-12 tiket. Jumlahnya melebihi ekspektasi panitia.
“Kemarin diperpanjang karena belum sampai 50. Tapi ketika diperpanjang, malah bisa lebih 80. Jadi kami langsung tutup,” kata Selma.
“Takut overload,” tambahnya.
Dibatasi untuk Jaga Intensitas
Selma menambahkan, pembatas peserta itu dilakukan agar pelatihan bisa berjalan dengan intens. Sebab pada sesi praktik, peserta akan mendapatkan review tulisan dari pemateri. Sehingga tidak bisa menampung lebih banyak peserta.
Selain peserta yang banyak datang dari kalangan siswa, mahasiswa dari berbagai kampus pun ikut mendaftar. Dari Unmul, Politeknik Balikpapan, UMKT, dan beberapa kampus lain di Samarinda.
Selma berharap PJTD ini bisa menghasilkan bibit-bibit jurnalis muda yang berkualitas di tengah pesatnya perkembangan media digital. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri media yang semakin banyak tantangan.
“Tidak hanya mampu mengumpulkan dan menyajikan informasi secara akurat, tetapi juga memahami etika jurnalistik dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menjangkau audiens yang lebih luas,” pungkasnya. (ens/fth)
-
KUTIM2 hari agoAkhiri Penantian 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Rp176 Miliar Resmi Beroperasi di Kutai Timur
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBukan Sekadar Gelar, Pemprov Kaltim dan KPK Saring Ketat Kandidat Desa Antikorupsi 2026
-
NUSANTARA5 hari agoDua Hari Safari di IKN, Menag Nasaruddin Umar Bicara Toleransi hingga Kota yang Dirindukan
-
KUTIM2 hari agoTinggalkan Era Jual Bahan Mentah, Gubernur Rudy Mas’ud Kebut Hilirisasi di KEK Maloy
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoMenilik Rapor Setahun Rudy-Seno Pimpin Kaltim: Dari UKT Gratis, Rasio Elektrifikasi, hingga Turunnya Angka Kemiskinan
-
SAMARINDA2 hari agoPemprov Kaltim Bagi-Bagi 1.000 Paket Berbuka Puasa Gratis Tiap Hari, Catat Waktu dan Lokasinya!
-
NUSANTARA4 hari agoMenag Gagas Istiqlal dan IKN Jadi ‘Masjid Kembar’, Siapkan Beasiswa Ulama via LPDP
-
NUSANTARA5 hari agoRun The City by Grand Filano Jadi Cara Baru Anak Muda untuk Menikmati Olahraga Sambil Hangout Bareng

