EKONOMI DAN PARIWISATA
Berhasil Raih HAKI dan Merek Dagang Sendiri, Program Duta Wisata Kaltim 2023 Putik Pampang Bakal Dilanjutkan
Putik Pampang sebagai program unggulan Duta Wisata Kaltim 2023 telah berhasil mendapatkan perlindungan kreatifitas; HaKI dan Merek Dagang. Memperpanjang pelestarian karya dan perluasan nilai ekonomi.
Menuju satu tahun bertugas, pasangan Duta Wisata Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 Arif Noor Gunawan dan Nadya Pradita Hosensyah secara serius menjalankan program kerja unggulannya: Putik Pampang.
Hasil pemikiran dari Kolaborasi Arif dan Nadya (KARYA) yang berlatar belakang ilmu seni dan komunikasi. Mereka menginisiasi Putik Pampang untuk memperpanjang kegiatan ekonomi kreatif di Kampung Dayak Pampang, Samarinda.
Program Putik Pampang sendiri memiliki kepanjangan dari Kampung Batik Pampang. Bentuk kegiatannya seputar pelatihan membatik kepada masyarakat setempat dan pengembangan batik di Pampang.
Nama Putik sendiri diambil filosofis putik bunga. Yang punya arti mengembangbiakkan atau memproduksi. Dengan harapan Putik Pampang sebagai benih bagi ibu-ibu setempat membuka peluang usaha baru sebagai UMKM untuk menambah nilai pariwisata dalam bentuk wastra.
Legalitas Putik Pampang
Sebagai bentuk keseriusannya, Putik Pampang berhasil mendapatkan 2 legalitas sekaligus. Yakni terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) berupa hak cipta pembuatan motif secara komunal yakni motif batik pampang.
Yang kedua adalah hak merek dagang. Sehingga batik pampang secara resmi memiliki hak merek dagang yang kedepannya menjadi produk UMKM bagi masyarakat pampang dalam bentuk wastra atau kain batik.
Pasangan Duta Wisata Kaltim 2023 Arif Noor Gunawan dan Nadya Pradita Hosensyah mengaku proses yang telah dilalui tidaklah mudah. Banyak rintangan yang dihadapi akhirnya bisa mencapai 2 legalitas itu.
“Mulai dari survei dan diskusi, membuat proposal untuk bekerja sama dengan Disporapar Samarinda lalu dilanjutkan dengan pelatihan dasar dan pelatihan lanjutan,” jelasnya pada Jumat 17 Mei 2024.
“Lalu masuk ke tahap produksi dan juga kami bekerja sama dengan Kemenkumham untuk membuat HaKI agar karya dari desa Budaya Pampang dilindungi,” lanjut Nadya.
Dari adanya kedua legalitas itu, Batik Pampang tidak hanya dilindungi dan memiliki hak atas legalitas penjualan ataupun hak untuk berdagang. Namun bisa digunakan sebagai perlindungan jangka panjang.
Dengan begitu, Kampung Dayak atau Desa Budaya Pampang tidak mengalami degradasi budaya atau pengambilan budaya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kebudayaan bisa semakin lestari di sana.
Setelah ini, Arif dan Nadya berencana membangun Gallery Putik Pampang di dekat Lamin Etam dan persiapan untuk Festival Adat Pampang. Sehingga wastra Pampang bisa naik kelas di sektor perdagangan.
Selain itu, Arif dan Nadya juga ingin menambah aktivitas baru penunjang wisata. Dengan Workshop Membatik setiap hari Minggu untuk menambah jumlah wisatawan datang ke Desa Budaya Pampang.
“Kami berkolaborasi bersama dengan Borneo Craft Indonesia dan masyarakat Pampang untuk memproduksi kain dan produk khas Putik Pampang,” tambah Arif.
“Selain itu, adanya pengembangan komunikasi pemasaran yang dibantu oleh Arif, agar produk yang ada dapat dikenal lebih luas,” tambah Nadya.
Bekal Maju Duta Wisata Nasional
Dengan adanya 2 legalitas tersebut, menjadi bekal bagi Arif dan Nadya untuk maju ke ajang Duta Wisata Nasional 2024 ini. Akan menjadi program yang dilanjutkan menjadi Putik Nusantara. Putik Pampang percontohannya.
“Kami akan cerita perjalanan Putik Pampang dengan singgah ke kota/kabupaten yang ada di kaltim untuk mempromosikan Putik Pampang dan berkolaborasi menjadi Putik Nusantara. Dengan tujuan membantu mempromosikan IKN melalui pariwisata ekonomi kreatif,” pungkas Nadya. (ens/fth)
-
OLAHRAGA4 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
-
SAMARINDA2 hari agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
-
PARIWARA4 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
-
OLAHRAGA4 hari agoBorneo FC Bawa Modal 5 Gol ke Markas PSS, Tapi Ada Tantangan yang Menanti
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBanyak Kendaraan Perusahaan Masih Pakai Pelat Luar Kaltim, Diminta Segera Ganti KT
-
NUSANTARA2 hari agoEmpat Bocah Samarinda dan Seekor Bekantan: Kisah Kecil yang Mengajarkan Arti Peduli
-
OLAHRAGA3 hari agoMenang di Kandang PSS, Mauro Jeronimo Ungkap Pekerjaan Rumah Borneo FC

