SAMARINDA
Pembangunan Area Parkir Tambahan Segiri Grosir Belum Dimulai karena Konflik Lahan
Rencana penambahan area parkir baru untuk Segiri Grosir Samarinda yang diungkap pada Januari lalu, belum juga dimulai. Pemkot Samarinda masih melakukan finalisasi pada konsep dan desain. Ditambah kendala status lahan yang diklaim milik warga, bakal lanjut ke ranah hukum.
Sejak kepindahan hampir 3 ribu pedagang Pasar Pagi ke Mal Segiri Grosir Samarinda (SGS). Lahan parkir di Pasar Segiri kerap kali kepenuhan dan makin semrawut. Bahkan parkir di luar area pasar juga semakin marak sebab di dalam kewalahan.
Hal ini terjadi karena aktivitas di Pasar Segiri yang memang ramai menjadi semakin meningkat. Sebelumnya, pada 15 Januari lalu. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkap rencana penambahan lahan parkir di pasar tersebut. Dengan melirik lahan kosong dekat pasar.
Sekaligus mengurangi kemacetan di sekitar Jalan Perniagaan. Rencana itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan konsep secara keseluruhan. Ada berbagai OPD yang terlibat. Mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, sampai Dinas Lingkungan Hidup.
Nantinya akan menampung ratusan kendaraan roda 2 dan puluhan kendaraan roda 4. Sehingga akan melegakan area parkir di Mal Segiri Grosir. Para pembeli pun bisa lebih nyaman untuk berbelanja.
Pembangunan Molor
Namun setelah 5 bulan berjalan, pembangunan area parkir itu belum juga dimulai. Sekretaris Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Hero Mardanus menyebut ada perubahan dan revisi pada konsep yang digunakan.
“Anggaran yang ada Rp5 miliar kita maksimalkan dulu,” jelasnya Rabu, 12 Juni 2024.
Perubahan yang dimaksud, kata Hero, rencana akses masuk dari Jalan Perniagaan dan Jalan Pahlawan yang tadinya bakal dicor, diubah, akan diperbaiki saja. Perubahan itu bakal disesuaikan lagi dengan Dinas PUPR, baru masuk ke pengerjaan fisik.
Hero mencatat, lahan parkir baru itu akan menampung 330 kendaraan roda 2 dan 28 kendaraan roda 4. Dengan proyeksi tambahan untuk roda 4 sekitar 50 kendaraan lagi. Dan dikonsep dengan 3 pintu masuk.
“Setelah desainnya kita sesuaikan, baru masuk pengerjaan. Targetnya rampung di tahun ini juga agar bisa segera dinikmati masyarakat. Dan tidak ada lagi yang parkir di luar.”
Di samping perubahan desain, Pemkot Samarinda juga masih mengalami kendala lahan. Karena lahan yang akan digunakan diklaim oleh warga dengan dasar kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM).
“Kami sudah menyarankan untuk menempuh jalur hukum. Nanti kami (pemkot) akan jawab,” pungkasnya. (ens/fth)
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoDarlis Pattalongi Resmi Nahkodai KKW Kaltim, Bawa Semangat Persatuan Warga Wajo dan Harmoni Antar Etnis
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPeringati Hari Lingkungan Hidup, Kaltim Dorong Perubahan Pola Pengelolaan Sampah
-
KUKAR3 hari agoBelasan Alumni Santriwati di Kukar Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes, Korban Mengaku Terjadi Bertahun-Tahun
-
KUKAR4 hari agoYamaha Dorong Kreativitas Pelajar, Siswa SMKN 1 Tenggarong Antusias Ikuti Pelatihan Merangkai Bunga dan Dekorasi Kue
-
EKONOMI DAN PARIWISATA12 jam agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
OLAHRAGA1 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike
-
SAMARINDA22 jam agoPolresta Samarinda Kembalikan Motor dan HP Hasil Curian, Korban Terima Barang Bukti Gratis
-
SEPUTAR KALTIM3 jam agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan

