SAMARINDA
Biar Semua Kebagian, PDAM Samarinda Imbau Warga Tak Timbun Air
PDAM Samarinda meminta warga tak panik lalu menyimpan air dalam jumlah besar. Yang berakibat stok air bersih habis sebelum sampai pelanggan terakhir.
Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana atau PDAM Samarinda memahami kebutuhan air bersih begitu vital bagi masyarakat. Karena itu, mereka mengaku telah meningkatkan distribusi air lewat pemaksimalan operasional Instalasi Pengelolaan Air (IPA).
Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Kencana Nor Wahid Hasyim mengatakan, ada sekitar 17 IPA yang tersebar di seluruh penjuru kota.
“IPA selalu kita tingkatkan pengoperasiannya, agar dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis, 15 Desember 2022.
Tak hanya memaksimalkan yang sudah ada. Perumdam Tirta Kencana sebut Nor, juga terus mengupayakan penambahan IPA baru. Terutama untuk kawasan utara Samarinda.
Nor mengaku, pasokan air bersih yang mereka produksi sebenarnya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun pola pakai sebagian masyarakat yang sangat besar. Membuat ketersediaan air jadi terbatas.
“Misalnya kita supply 20 kubik sehari, itu ditelan habis, begitu kita tambah 50 kubik, pemakaiannya juga makin bertambah.”
“Bahkan ada salah satu pelanggan yang pernah tembus 27 kubik per bulan, itu sangat besar,” ungkapnya.
Kepanikan masyarakat yang takut tidak kebagian air. Lalu menimbun air dalam jumlah besar dalam satu waktu. Kata Nor, juga menjadi faktor yang menyebabkan pasokan air kurang.
“Misalnya saat aliran air lancar setelah beberapa hari terhenti, pasti mereka langsung menampung hingga beberapa tandon.”
“Kasihan yang tinggal di daerah ujung, sudah pasti tidak kebagian air, karena pasokannya sudah habis,” jelasnya.
Ia mengimbau, agar masyarakat bisa berhemat, tujuannya tak lain agar pasokan air tetap merata ke semua daerah.
Perlu diketahui, 17 IPA yang dimaksud, yakni IPA Bengkuring dengan kapasitas 290 liter/detik, IPA Tirta Kencana kapasitas 290 liter/detik, IPA Cendana kapasitas 850 liter/detik, IPA Bendang 1 kapasitas 400 liter/detik.
IPA Loa Bakung kapasitas 200 liter/detik, IPA Gunung Lipan 200 liter/detik, IPA Pampang kapasitas 10 liter/detik, IPA Gunung Lingai kapasitas 100 liter/detik, IPA Samarinda SBR 125 liter/detik.
IPA Selili kapasitas 100 liter/detik, IPA Pulau Atas kapasitas 30 liter/detik, IPA Bukuan 30 liter/detik, IPA Bantuas 15 liter/detik, IPA Palaran kapasitas 25 liter/detik.
IPA Makroman kapasitas 60 liter/detik yang mulai beroperasi pada tahun 2020. Dan yang terbaru, ada IPA Kalhold dengan kapasitas 250 liter/detik, dan IPA Sungai Kapih kapasitas 200 liter/detik yang beroperasi pada tahun 2021.
Sumber air yang diproduksi pada IPA tersebut, 90 persen dari Sungai Mahakam, 5 persen bersumber dari wilayah hulu sungai karang mumus, dan 5 persen dari Bendungan Benanga. (sgt/dra)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoSkema Murur dan Tanazul Disiapkan untuk Lindungi Jemaah Lansia dan Risti
-
BALIKPAPAN4 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Dorong Pemanfaatan Desalinasi Air Laut
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHeboh Anggaran Rp25 Miliar! Pemprov Kaltim Bongkar Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur
-
BALIKPAPAN3 hari agoKomisi IV DPRD Balikpapan Mediasi Sengketa Lahan PJHI, Dorong Penyelesaian Damai
-
SAMARINDA1 hari agoPemprov Kaltim Klarifikasi Isu BPJS Samarinda: Bukan Dihentikan, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
PARIWARA2 hari agoBidik Kemenangan di ARRC Sepang, Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal

