OLAHRAGA
Dirumorkan sejak Awal, Leo Gaucho Akhirnya Resmi Jadi Pemain Borneo FC
Leo Gaucho sebenarnya pemain asing pertama yang dikaitkan dengan Borneo FC pada bursa transfer musim ini. Namun ia menjadi rekrutan asing terakhir yang diumumkan secara resmi.
Di tengah belum adanya kepastian soal transfer Jeferson Bahia, Borneo FC Samarinda kembali memperkenalkan pemain asing barunya, Leo Gaucho.
“Borneo FC Samarinda dengan penuh antusias mengumumkan rekrutan asing teranyar, Leo Gaucho. Pemuda 22 tahun asal Brasil akan menjadi mesin gol Pesut Etam pada kompetisi musim 2024/25,” bunyi pernyataan klub, Rabu siang.
Kedatangan Gaucho setidaknya mengingatkan pada 2 sosok asing sebelumnya. Yang pertama adalah Jelle Goselink. Pemain asal Belanda didatangkan pada usia yang sangat muda untuk kategori asing, yakni 23 tahun. Jelle yang belum matang akhirnya gagal bersinar dan harus meninggalkan tim lebih cepat.
Sosok kedua adalah Matheus Pato. Ia datang pada usia 26 tahun, masih terhitung muda. Namun memiliki karier yang sempurna secara individu. Jika ada yang kurang dari kiprahnya di tim Samarinda, hanyalah belum mampu mengantar Borneo FC menjadi juara liga.
Sederhananya, Pesut Etam sedang bertaruh besar pada perekrutan ini. Karena mendatangkan pemain muda untuk posisi penyerang tengah yang begitu krusial.
Sekilas Karier Leo Gaucho
Walau tergolong muda, dan baru benar-benar memulai petualangan sepak bolanya pada 2021, alias 3 tahun lalu. Sebab pada musim 2020, meski menjadi tahun pertamanya bermain di kancah resmi, ia hanya bermain 1 kali selama 16 menit. Namun Leo Gaucho memiliki jam terbang yang cukup tinggi.
Di usianya yang masih 22 tahun, ia sudah mengemas 78 penampilan di Serie C Brasil, Copa Brasil, Liga Latvia, Piala Liga Latvia, Kualifikasi Liga Champions Eropa (UCL) dan Kualifikasi UECL. Membuat 22 gol dan 5 asis. Not bad, lah.
“Ia memulai debutnya di Santa Cruz FC pada 2020 lalu. Kemudian berkiprah ke Eropa bersama klub kasta tertinggi kompetisi sepak bola Latvia, FK Spartaks Jurmala.”
“Lalu pindah ke klub papan atas FC RFS dan meraih juara liga pada 2022. Kemudian pindah ke Valmiera sebelum memutuskan pindah ke Benua Asia untuk berseragam Borneo FC Samarinda,” lanjut pernyataan klub.
Keyakinan Borneo FC
Atas dasar pengalamannya bermain di Liga Brasil dan Latvia yang notabene liga peringkat ke-36 di Eropa, bahkan pernah terlibat di Kualifikasi UCL dan UECL. Tim pelatih Borneo FC yakin Leo Gaucho bisa membuatnya menjadi mesin pencetak gol ulung di Liga 1 dan ACC 2024.
Apalagi di Borneo FC Samarinda, ia berpotensi berduet dengan Berguinho di lini depan dan menciptakan Samba Connection yang padu dan manyala. Serta dukungan dari para winger lokal yang bermain brilian musim lalu, seperti Stefano Lilipaly, M. Sihran, dan Terens Puhiri. Juga kejutan yang diharapkan hadir dari sosok Ari Maring.
“Leo Gaucho menyepakati ikatan kontrak berdurasi 2 musim. Manajemen berharap keberhasilan pemuda Brasil sebelumnya; Matheus Pato dapat menginspirasi Leo menciptakan sejarah barunya di Borneo FC Samarinda. Serta dapat mengantarkan tim mencatatkan tinta emas di akhir musim Liga 1 musim mendatang,” pungkas klub. (dra)
-
GAYA HIDUP4 hari agoBuka Awal Tahun 2026, YAMAHA Luncurkan Varian Warna Baru Untuk Skutik Premium XMAX Connected
-
PARIWARA3 hari agoSetingan “KECE” Biar Makin Pede, Cara Mudah Bawa Pulang Yamaha Classy Fazzio dan Filano
-
BERITA4 hari agoHari Desa Nasional 2026: Meneguhkan Posisi Desa sebagai Jantung Pembangunan Indonesia
-
BALIKPAPAN1 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAwas ‘Teknostress’ Mengintai Birokrasi, BPSDM Kaltim Minta ASN Jangan Cuma Kejar Target
-
NUSANTARA3 hari agoPastikan Pembangunan IKN Lanjut, Prabowo Koreksi Desain hingga Kejar Target 2028
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKaltim Borong Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026, Dua Wilayah Sabet Peringkat 1
-
BERAU2 hari agoTinggalkan Status Perintis, Wings Air Kini Terbang Komersial ke Maratua: Rudy Mas’ud Jajal Pendaratan Perdana

